GOLONGAN DARAH DAN KARAKTERMU



Apa Golongan Darah Anda ?, mungkin pertanyaan ini agak asing bagi anda semua. Saya sendiri awalnya juga begitu, namun setelah membaca buku karangan Toshitaka Nomi yang berjudul Touch My Heart: Mengenal Kepribadian Anak Menurut Golongan Darah perlahan-lahan saya pun mengerti bahwa Golongan Darah bukan sekedar untuk Donor Darah atau Stempel di KTP. Golongan Darah menawarkan sesuatu yang lebih dari sekedar itu.

Awalnya bermula dari Riset Bapak-Anak Masahiko Nomi dan Toshitaka Nomi pada tahun 1950, ia melakukan riset inidi Lingkungan tempat mereka bekerja, Harian Umum Sankei. Hasil Riset itu kemudian mereka tuangkan ke dalam sebuah Artikel di Harian tersebut. Namun beberapa tahun kemudian Masahiko Nomi sakit keras dan akhirnya meninggal dunia. Sang Anak, Toshitaka Nomi berniat untuk lebih mengembangkannya. Dan hasilnya, buku yang telah saya baca dan artikel yang sedang anda baca ini.

Baiklah, agar tidak bertele-tele, saya uraikan satu per satu karakteristik dari setiap Golongan Darah.

Golongan Darah A:

Khawatir terhadap sekeliling maupun orang lain
Menginginkan hubungan antarmanusia yang damai
Lambat dalam membuka hati
Menghormati aturan dan tata cara
Menghargai Kerjasama antar-teman
Mengontrol tindakan maupun Ekspresi
Pemikirannya mudah berubah sesuai dengan lingkungan yang ada, cenderung Labil
Membedakan mana yang Benar, mana yang Salah
Pesimis terhadap masa depan
Selalu melihat Masa Lalu sebagai sesuatu yang Baik
Perfeksionis, dan selalu mencoba mencapai Penyelesaian
Tahan untuk berupaya terus-menerus
Tidak puas dengan keadaan yang sekarang
Lemah untuk mempertahankan apa yang disukai
Penyembuhan Luka hatinya lambat
Mendambakan Perubahan
Tujuan Hidupnya ingin selalu membuat lingkungannya dalam keadaan Baik
Tidak gampang mengeluarkan Opini (tidak ceplas-ceplos)
Memiliki Tatakrama yang bagus
Sombong yang kelewat batas ketika berada diatas

Golongan Darah B:

Berpemikiran Maju dan memiliki sifat Perintis
Apa yang dilakukan dan yang harus dilakukan berbeda
Memiliki Pemikiran dan Fleksibilitas
Cenderung dirindukan dan disayangi oleh Lingkungannya
Sering dijadikan sebagai Pendamping Hidup Ideal
Pemalu dan punya sifat berbelit-belit
Membuka hati tanpa diskriminasi
Tidak merasa dibatasi oleh Lingkungan
Walaupun punya pengetahuan, tapi apa yang diketahui itu tidak diucapkan dan dalam tindakan tidak terlihat
Transisi Aktivitasnya cepat
Menghargai Keputusan yang Akurat
Pemikirannya Praktis dan Spesifik
Berkonsentrasi pada banyak hal
Sedikit memikirkan Masa Lalu
Selalu Optimis dalam Masa Depan
Memiliki Kasih Sayang yang tak pernah putus
Sakit Hatinya mudah sembuh
Loyal terhadap diri sendiri dan Lingkungannya
Terkadang kurang bertanggung jawab terhadap kewajiban
Terkadang bersifat Kekanak-kanakan

Golongan Darah AB:

Kaya akan Pemikiran yang Rasional
Umumnya Cerdas dan Brilian
Pertimbangan dan Analisisnya tajam
Sifat kemanusiaan dan Emosionalnya kurang, terlebih pada Kerabat
Pandai membina hubungan
Suka memberi bantuan walaupun tidak menyukainya
Meminta pendapat pada masalah penting
Mudah terusik emosinya, dan kurang dapat mengontrolnya
Mengesampingkan Jarak, cenderung dekat kepada siapa saja
Membenci Kemunafikan Manusia dalam segala hal
Berkonsentrasi Tinggi tapi tidak dapat mempertahankannya
Mata dan Perasaannya Tajam untuk mendeteksi sesuatu yang kurang beres
Tertarik akan Fantasi dan Dongeng
Tidak terlalu melibatkan diri dalam Hobi
Kehidupan Ekonominya selalu cocok dengan situasi
Keinginannya sedikit, tidak serakah
Kurang bisa membulatkan Tekad
Memiliki Kemampuan Berbisnis yang Alami
Sarkastis dalam Berbicara
Punya sikap yang tidak mudah terprovokasi

Golongan Darah O:

Berorientasi pada tujuan dan memiliki Perspektif
Memiliki keinginan yang lurus dan tulus
Ingin sekali menyenangkan hati orang lain
Sangat benci kekalahan
Tidak suka dikontrol
Cenderung Romantis dan memberikan kasih sayang sepenuhnya, walaupun terkadang tidak terlihat
Memutuskan sesuatu berdasarkan Fakta
Pemikirannya jauh dari hal-hal berbau Negatif
Pembuat Persahabatan dan mengenal arti persahabatan
Suka akan Cinta yang berwujud Kontak Fisik
Sangat berhati-hati terhadap orang yang bukan Teman
Sayang terhadap milik Pribadi
Menonjolkan diri sendiri dan Mengekspresikan diri dengan Kuat
Mahir menggunakan dan mengolah Bahasa yang baik
Memiliki Prinsip dalam Bertindak
Memiliki Mimpi, Visi dan Ambisi yang melampaui Zamannya
Memiliki Kesadaran Sosial yang Tinggi
Memiliki Naluri yang Alamiah untuk selalu berada pada Titik Maksimum
Memikirkan Keluarga dan bertanggung jawab kepadanya
Mudah Grogi dan kalau sudah begitu cenderung Temperamental pada Lingkungannya

Bagimana? Sudah tahu seperti apa anda, atau bahkan anda persis dengan uraian diatas. Atau malah anda tidak tahu Golongan Darah anda, segeralah cek. Tunggu apalagi!

Penulis buku ini bergolongan darah A, tidak heran jika dalam contoh-contohnya ia sering menggunakan pengalaman masa kecilnya. Karena ia anggap pengalaman merupakan guru yang baik. Saya sendiri bergolongan darah O, banyak teman-teman saya yang menilai saya ambisius dan egois. Juga yang paling menonjol, jika saya grogi saya mudah kesal dengan lingkungan sekitar walaupun saya yang salah. Aneh! tapi itulah Golongan Darah, menjelaskan apa yang tidak kita sadari.

Jadi jika anda telah mengetahui karakteristik anda, perbaikilah kekurangannya dan pertahankanlah kelebihannya. Saya hanya berbagi informasi di sini. Sampai bertemu lagi lain waktu!

[EDWIN FERDIAN]

Sumber : http://valkyriedwin.blogspot.com/2009/03/apa-golongan-darah-anda.html
[Read More...]


SEJARAH YAHUDI



Seperti telah ditunjukkan di awal, semua tanah Palestina, khususnya Yerusalem, adalah suci untuk orang-orang Yahudi, Nasrani, dan Muslim. Alasannya adalah karena sebagian besar nabi-nabi Allah yang diutus untuk memperingatkan manusia menghabiskan sebagian atau seluruh kehidupannya di tanah ini.

Menurut studi sejarah yang didasarkan atas penggalian arkeologi dan lembaran-lembaran kitab suci, Nabi Ibrahim, putranya, dan sejumlah kecil manusia yang mengikutinya pertama kali pindah ke Palestina, yang dikenal kemudian sebagai Kanaan, pada abad kesembilan belas sebelum Masehi. Tafsir Al-Qur'an menunjukkan bahwa Ibrahim (Abraham) AS, diperkirakan tinggal di daerah Palestina yang dikenal saat ini sebagai Al-Khalil (Hebron), tinggal di sana bersama Nabi Luth (Lot). Al-Qur'an menyebutkan perpindahan ini sebagai berikut:

Kami berfirman: "Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim", mereka hendak berbuat makar terhadap Ibrahim, maka Kami menjadikan mereka itu orang-orang yang paling merugi. Dan Kami seIamatkan Ibrahim dan Luth ke sebuah negeri yang Kami telah memberkahinya untuk sekalian manusia. (Qur'an, 21:69-71)
Daerah ini, yang digambarkan sebagai “tanah yang telah Kami berkati,” diterangkan dalam berbagai keterangan Al-Qur'an yang mengacu kepada tanah Palestina.

Sebelum Ibrahim AS, bangsa Kanaan (Palestina) tadinya adalah penyembah berhala. Ibrahim meyakinkan mereka untuk meninggalkan kekafirannya dan mengakui satu Tuhan. Menurut sumber-sumber sejarah, beliau mendirikan rumah untuk istrinya Hajar dan putranya Isma’il (Ishmael) di Mekah dan sekitarnya, sementara istrinya yang lain Sarah, dan putra keduanya Ishaq (Isaac) tetap di Kanaan. Seperti itu pulalah, Al-Qur'an menyebutkan bahwa Nabi Ibrahim mendirikan rumah untuk beberapa putranya di sekitar Baitul Haram, yang menurut penjelasan Al-Qur'an bertempat di lembah Mekah.

Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezekilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur. (Qur'an, 14:37)

Akan tetapi, putra Ishaq Ya’kub (Jacob) pindah ke Mesir selama putranya Yusuf (Joseph) diberi tugas kenegaraan. (Putra-putra Ya’kub juga dikenang sebagai “Bani Israil.”) Setelah dibebaskannya Yusuf dari penjara dan penunjukan dirinya sebagai kepala bendahara Mesir, Bani Israel hidup dengan damai dan aman di Mesir.

Suatu kali, keadaan mereka berubah setelah berlalunya waktu, dan Firaun memperlakukan mereka dengan kekejaman yang dahsyat. Allah menjadikan Musa (Moses) nabi-Nya selama masa itu, dan memerintahkannya untuk membawa mereka keluar dari Mesir. Ia pergi ke Firaun, memintanya untuk meninggalkan keyakinan kafirnya dan menyerahkan diri kepada Allah, dan membebaskan Bani Israil yang disebut juga orang-orang Israel. Namun Firaun seorang tiran yang kejam dan bengis. Ia memperbudak Bani Israil, mempekerjakan mereka hingga hampir mati, dan kemudian memerintahkan dibunuhnya anak-anak lelaki. Meneruskan kekejamannya, ia memberi tanggapan penuh kebencian kepada Musa. Untuk mencegah pengikut-pengikutnya, yang sebenarnya adalah tukang-tukang sihirnya dari mempercayai Musa, ia mengancam memenggal tangan dan kakinya secara bersilangan.

Meskipun Firaun menolak permintaannya, Musa AS dan kaumnya meninggalkan Mesir, dengan pertolongan mukjizat Allah, sekitar tahun 1250 SM. Mereka tinggal di Semenanjung Sinai dan timur Kanaan. Dalam Al-Qur'an, Musa memerintahkan Bani Israil untuk memasuki Kanaan:

Hai kaumku, masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagimu, dan janganlah kamu lari kebelakang (karena takut kepada musuh), maka kamu menjadi orang-orang yang merugi. (Qur'an, 5:21)

Setelah Musa AS, bangsa Israel tetap berdiam di Kanaan (Palestina). Menurut ahli sejarah, Daud (David) menjadi raja Israel dan membangun sebuah kerajaan berpengaruh. Selama pemerintahan putranya Sulaiman (Solomon), batas-batas Israel diperluas dari Sungai Nil di selatan hingga sungai Eufrat di negara Siria sekarang di utara. Ini adalah sebuah masa gemilang bagi kerajaan Israel dalam banyak bidang, terutama arsitektur. Di Yerusalem, Sulaiman membangun sebuah istana dan biara yang luar biasa. Setelah wafatnya, Allah mengutus banyak lagi nabi kepada Bani Israil meskipun dalam banyak hal mereka tidak mendengarkan mereka dan mengkhianati Allah.

Ketika orang-orang kafir menanamkan dalam hati mereka kesombongan (yaitu) kesombongan jahiliyah lalu Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya, dan kepada orang-orang mu'min dan Allah mewajibkan kepada mereka kalimat takwa dan adalah mereka berhak dengan kalimat takwa itu dan patut memilikinya. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (Qur'an, 48:26)

Karena kemerosotan akhlaknya, kerajaan Israel mulai memudar dan ditempati oleh berbagai orang-orang penyembah berhala, dan bangsa Israel, yang juga dikenal sebagai Yahudi pada saat itu, diperbudak kembali. Ketika Palestina dikuasai oleh Kerajaaan Romawi, Nabi ‘Isa (Jesus) AS datang dan sekali lagi mengajak Bani Israel untuk meninggalkan kesombongannya, takhayulnya, dan pengkhianatannya, dan hidup menurut agama Allah. Sangat sedikit orang Yahudi yang meyakininya; sebagian besar Bani Israel mengingkarinya. Dan, seperti disebutkan Al-Qur'an, mereka itu yang: ": telah dila'nati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan 'Isa putera Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. (Al-Qur'an, 5:78) Setelah berlalunya waktu, Allah mempertemukan orang-orang Yahudi dengan bangsa Romawi, yang mengusir mereka semua keluar dari Palestina.

[Harun Yahya International]
Sumber : http://valkyriedwin.blogspot.com/2009/03/sejarah-yahudi.html
[Read More...]


MACAM-MACAM PHOBIA



Ini adalah macam-macam phobia (takut) di sekitar kita :


Ablutophobia - takut untuk mencuci atau mandi
Acerophobia - takut akan rasa asam
Achluophobia - takut akan kegelapan
Acousticophobia - takut akan kebisingan
Acrophobia - takut akan ketinggian
Aeroacrophobia - takut akan ruang terbuka di ketinggian
Agliophobia - takut akan rasa sakit
Agyrophobia - takut akan jalan atau menyeberang
Aichmophobia - takut akan jarum atau benda runcing

Alektorophobia - takut akan ayam
Allodoxaphobia - takut akan pendapat
Altophobia - takut akan ketinggian
Amathophobia - takut akan debu
Ambulophobia - takut untuk berjalan
Amychophobia - takut digaruk atau menggaruk
Ancraophobia - takut akan angin (Anemophobia)
Androphobia - takut pria
Angrophobia - takut marah
Anthropophobia - takut orang atau masyarakat

Antlophobia - takut banjir
Aphenphosmphobia - takut disentuh (Haphephobia)
Apiphobia - takut lebah
Arachibutyrophobia - takut selai kacang nempel di langit-langit mulut
Arachnephobia or Arachnophobia - takut laba-laba
Arithmophobia - takut angka
Arsonphobia - takut api
Asthenophobia - takut pingsan
Astrophobia - takut bintang atau ruang angkasa
Asymmetriphobia - takut benda asimetris
Athazagoraphobia - takut lupa, dilupakan
Atychiphobia - takut akan kegagalan
Aurophobia - takut emas

Automysophobia - takut kotor
Aviophobia or Aviatophobia - takut terbang
Ballistophobia - takut misil/peluru
Barophobia - takut akan gravitasi
Bathmophobia - takut akan tangga atau bidang miring
Bathophobia - takut akan kedalaman
Bibliophobia - takut akan buku
Bufonophobia - takut katak
Caligynephobia - takut wanita cantik
Carnophobia - takut daging
Cathisophobia - takut duduk
Catoptrophobia - takut cermin
Chaetophobia - takut akan rambut
Chionophobia - takut akan salju

Chiraptophobia - takut disentuh
Chirophobia - takut akan tangan
Chorophobia - takut menari
Chrometophobia or Chrematophobia - takut uang
Chromophobia or Chromatophobia - takut akan warna
Chronophobia - takut akan waktu
Cibophobia - takut akan makanan
Cleithrophobia or Cleisiophobia - takut terkunci di ruang tertutup
Cleptophobia - takut kemalingan
Clinophobia - takut tidur
Coimetrophobia - takut akan kuburan
Coitophobia - takut akan coitus

Coprastasophobia - takut akan sembelit
Coprophobia - takut akan feces
Coulrophobia - takut pada badut
Cyberphobia - takut akan komputer
Deipnophobia - takut makan malam
Demonophobia or Daemonophobia - takut setan
Dentophobia - takut dokter gigi
Dextrophobia - takut pada benda di sebelah kanannya
Didaskaleinophobia - takut pergi ke sekolah
Dipsophobia - takut minum >> krn perut dah njembling
Dishabiliophobia - takut melepas baju di depan seseorang
Dystychiphobia - takut kecelakaan
Ecophobia - takut akan rumah

Electrophobia - takut pada listrik
Enochlophobia - takut pada keramaian
Entomophobia - takut pada serangga
Epistaxiophobia - takut pada mimisan
Epistemophobia - takut akan ilmu pengetahuan
Equinophobia - takut pada kuda
Ergophobia - takut pekerjaan
Febriphobia or Fibriphobia or Fibriophobia - takut demam
Felinophobia - takut pada kucing (Ailurophobia, Elurophobia, Galeophobia, Gatophobia)
Gamophobia - takut pada pernikahan
Geliophobia - takut akan tertawa

Geniophobia - takut pada dagu
Genuphobia - takut pada lutut
Gerascophobia- takut menjadi tua
Glossophobia - takut berbicara di depan umum
Hadephobia - takut pada neraka
Haphephobia or Haptephobia - takut disentuh
Heliophobia - takut pada matahari
Hemophobia or Hemaphobia or Hematophobia - takut pada darah
Hippopotomonstrosesquippedaliophobia - takut pada kata-kata yang panjang
Hyelophobia or Hyalophobia - takut pada kaca
Hygrophobia - takut pada cairan
Hypsiphobia - takut akan ketinggian
Iatrophobia - takut pada dokter
Ichthyophobia - takut pada ikan

Koinoniphobia - takut pada kamar
Lachanophobia - takut akan sayuran
Laliophobia or Lalophobia - takut berbicara
Leukophobia - takut warna putih
Levophobia - takut pada benda2 di sebelah kiri
Linonophobia - takut pada benang
Lygophobia - takut akan kegelapan
Mageirocophobia - takut memasak
Medomalacuphobia - takut kehilangan ereksi
Medorthophobia - takut pada penis yang sedang ereksi
Melanophobia - takut pada warna hitam
Melophobia - takut atau benci musik
Menophobia - takut akan haid

Motorphobia - takut pada mobil
Musophobia or Muriphobia - takut pada tikus
Necrophobia - takut pada kematian
Nephophobia - takut pada awan
Noctiphobia - takut pada malam
Nosophobia or Nosemaphobia - takut sakit
Nostophobia - takut pulang ke rumah
Numerophobia - takut pada angka
Octophobia - takut angka 8
Ombrophobia - takut pada hujan atau kehujanan
Panophobia or Pantophobia - takut semuanya
Papyrophobia - takut pada kertas
Paraskavedekatriaphobia - takut hari Jumat tanggal 13
Parthenophobia - takut pada perawan

Pediophobia - takut pada boneka
Phalacrophobia - takut menjadi botak
Philemaphobia or Philematophobia - takut berciuman
Pogonophobia - takut pada janggut
Porphyrophobia - takut warna ungu
Pteromerhanophobia - takut terbang
Pyrophobia - takut pada api
Scolionophobia - takut sekolah
Selenophobia - takut pada bulan
Somniphobia - takut tidur
Tachophobia - takut pada kecepatan

Telephonophobia - takut pada telepon
Thaasophobia - takut duduk
Tremophobia - takut gemetar
Trichopathophobia or Trichophobia - takut pada rambut (Chaetophobia, Hypertrichophobia)
Triskaidekaphobia - takut pada angka 13
Urophobia - takut akan air seni
Vaccinophobia - takut akan vaksinasi
Venustraphobia - takut akan wanita cantik
Verbophobia - takut akan kata-kata
Vestiphobia - takut akan pakaian
Virginitiphobia - takut akan perkosaan
Wiccaphobia - takut akan sihir
Xanthophobia - takut akan warna atau kata kuning
Xenophobia - takut akan orang asing
Xerophobia - takut akan kekeringan
Xylophobia - takut akan benda dari kayu
Xyrophobia - takut akan pisau cukur
Zelophobia - takut cemburu
Zeusophobia - takut akan Tuhan

Berbagai Macam Phobia di sekitar kita.

Sumber : http://valkyriedwin.blogspot.com/2009/03/macam-macam-phobia.html
[Read More...]


PROTOKOL ZIONIS VERSI MAYER AMSHELL ROTHSCHILD



Berikut ini dipaparkan Protokol Zionis versi Mayer Amshell Rothschild yang disusun tahun 1773 di Judenstrasse, Frankfurt, Jerman. Protokol ini terdiri dari 25 Butir, yang kemudian dibeberkan dalam Konferensi Zionis I tahun 1897 di Swiss.

1. Manusia itu lebih banyak cenderung pada kejahatan ketimbang kebaikan. Sebab itu, Konspirasi harus mewujudkan ‘hasrat alami’ manusia ini. Hal ini akan diterapkan pada sistem pemerintahan dan kekuasaan. Bukankah pada masa dahulu manusia tunduk kepada penguasa tanpa pernah mengeluarkan kritik atau pembangkangan? Undang-undang hanyalah alat untuk membatasi rakyat, bukan untuk penguasa.

2. Kebebasan politik sesungguhnya utopis. Walau begitu, Konspirasi harus mempropagandakan ini ke tengah rakyat. Jika hal itu sudah dimakan rakyat, maka rakyat akan mudah membuang segala hak dan fasilitas yang telah didapatinya dari penguasa guna memperjuangkan idealisme yang utopis itu. Saat itulah, konspirasi bisa merebut hak dan fasilitas mereka.

3. Kekuatan uang selalu bisa mengalahkan segalanya. Agama yang bisa menguasai rakyat pada masa dahulu, kini mulai digulung dengan kampanye kebebasan. Namun rakyat banyak tidak tahu harus melakukan apa dengan kebebasan itu. Inilah tugas konspirasi untuk mengisinya demi kekuasaan, dengan kekuatan uang.

4. Demi tujuan, segala cara boleh dilakukan. Siapa pun yang ingin berkuasa, dia mestilah meraihnya dengan licik, pemerasan, dan pembalikkan opini. Keluhuran budi, etika, moral, dan sebagainya adalah keburukan dalam dunia politik.

5. Kebenaran adalah kekuatan konspirasi. Dengan kekuatan, segala yang diinginkan akan terlaksana.

6. Bagi kita yang hendak menaklukkan dunia secara finansial, kita harus tetap menjaga kerahasiaan. Suatu saat, kekuatan konspirasi akan mencapai tingkat di mana tidak ada kekuatan lain yang berani untuk menghalangi atau menghancurkannya. Setiap kecerobohan dari dalam, akan merusak program besar yang telah ditulis berabad-abad oleh para pendeta Yahudi.

7. Simpati rakyat harus diambil agar mereka bisa dimanfaatkan untuk kepentingan konspirasi. Massa rakyat adalah buta dan mudah dipengaruhi. Penguasa tidak akan bisa menggiring rakyat kecuali ia berlaku sebagai diktator. Inilah satu-satunya jalan.

8. Beberapa sarana untuk mencapai tujuan adalah: Minuman keras, narkotika, perusakan moral, seks, suap, dan sebagainya. Hal ini sangat penting untuk menghancurkan norma-norma kesusilaan masyarakat. Untuk itu, Konspirasi harus merekrut dan mendidik tenaga-tenaga muda untuk dijadikan sarana pencapaian tujuan tersebut.

9. Konspirasi akan menyalakan api peperangan secara terselubung. Bermain di kedua belah pihak. Sehingga Konspirasi akan memperoleh manfaat besar tetapi tetap aman dan efisien. Rakyat akan dilanda kecemasan yang mempermudah bagi konspirasi untuk menguasainya.

10. Konspirasi sengaja memproduksi slogan agar menjadi ‘tuhan’ bagi rakyat. Dengan slogan itu, pemerintahan aristokrasi keturunan yang tengah berkuasa di Perancis akan diruntuhkan. Setelah itu, Konspirasi akan membangun sebuah pemerintahan yang sesuai dengan Konspirasi.

11. Perang yang dikobarkan konspirasi secara diam-diam harus menyeret negara tetangga agar mereka terjebak utang. Konspirasi akan memetik keuntungan dari kondisi ini.

12. Pemerintahan bentukan Konspirasi harus diisi dengan orang-orang yang tunduk pada keinginan konspirasi. Tidak bisa lain.

13. Dengan emas, konspirasi akan menguasai opini dunia. Satu orang Yahudi yang menjadi korban sama dengan seribu orang non-Yahudi (Gentiles/Ghoyim) sebagai balasannya.

14. Setelah konspirasi berhasil merebut kekuasaan, maka pemerintahan baru yang dibentuk harus membasmi rezim lama yang dianggap bertanggungjawab atas terjadinya semua kekacauan ini. Hal tersebut akan menjadikan rakyat begitu percaya kepada konspirasi bahwa pemerintahan yang baru adalah pelindung dan pahlawan dimata mereka.

15. Krisis ekonomi yang dibuat akan memberikan hak baru kepada konspirasi, yaitu hak pemilik modal dalam penentuan arah kekuasaan. Ini akan menjadi kekuasaan turunan.

16. Penyusupan ke dalam jantung Freemason Eropa agar bisa mengefektifkan dan mengefisienkannya. Pembentukan Bluemasonry akan bisa dijadikan alat bagi konspirasi untuk memuluskan tujuannya.

17. Konspirasi akan membakar semangat rakyat hingga ke tingkat histeria. Saat itu rakyat akan menghancurkan apa saja yang kita mau, termasuk hukum dan agama. Kita akan mudah menghapus nama Tuhan dan susila dari kehidupan.

18. Perang jalanan harus ditimbulkan untuk membuat massa panik. Konspirasi akan mengambil keuntungan dari situasi itu.

19. Konspirasi akan menciptakan diplomat-diplomatnya untuk berfungsi setelah perang usai. Mereka akan menjadi penasehat politik, ekonomi, dan keuangan bagi rezim baru dan juga di tingkat internasional. Dengan demikian, konspirasi bisa semakin menancapkan kukunya dari balik layar.

20. Monopoli kegiatan perekonomian raksasa dengan dukungan modal yang dimiliki konspirasi adalah syarat utama untuk menundukkan dunia, hingga tidak ada satu kekutan non-Yahudi pun yang bisa menandinginya. Dengan demikian, kita bisa bebas memainkan krisis suatu negeri.

21. Penguasaan kekayaan alam negeri-negeri non-Yahudi mutlak dilakukan.

22. Meletuskan perang dan memberinya—menjual—senjata yang paling mematikan akan mempercepat penguasaan suatu negeri, yang tinggal dihuni oleh fakir miskin.

23. Satu rezim terselubung akan muncul setelah konspirasi berhasil melaksanakan programnya.

24. Pemuda harus dikuasai dan menjadikan mereka sebagai budak-budak konspirasi dengan jalan penyebarluasan dekadensi moral dan paham yang menyesatkan.

25. Konspirasi akan menyalahgunakan undang-undang yang ada pada suatu negara hingga negara tersebut hancur karenanya

Sumber : http://valkyriedwin.blogspot.com/
[Read More...]


ISI PROTOKOL ZIONIS VERSI THEODOR HERZL



Berikut ini dipaparkan Protokol Zionis versi Theodor Herzl yang disusun tahun 1895 di Basel-Swiss. Protokol ini terdiri dari 24 Butir. Yang dipaparkan disini adalah Terjemahan Bahasa Rusia oleh Sergyei A. Nilus, yang dikemudian dialihbahasakan kembali ke Bahasa Inggris oleh Victor E. Marsden dengan judul “The Protocols Of The Learned Elders Of Zion”.

PROTOKOL KE 1:

Semboyan kita (kita disini maksudnya: zionisme/warga yahudi se dunia, pen) hanya ingin mencapai tujuan dengan kekuatan militer, kecanggihan teknologi perang, dan memasyarakatkan hidup bersenang-senang mengejar popularitas. Pandangan hidup kita hanyalah mampu menindas terlebih dahulu, kemudian bertanggung-jawab dalam suatu persoalan, atau berbuat jahat dan memasang jerat halus demi kepentingan kita

Kita pembuka jalan falsafah kemerdekaan, persamaan dan persaudaraan yang menjadi topik aktual sepanjang masa (kini falsafah itu dikenal dengan istilah ‘demokrasi’, pen). Mereka yang menjunjung falsafah itu sebenarnya belum berfikir secara matang dan dewasa. Falsafah itu sebenarnya tidak bernilai, dan banyak masyarakat kaum awam yang terkecoh, dan tidak menyadari bahwa pengertian falsafah itu sebenarnya masih rancu dan diliputi oleh awan gelap.

Kata-kata itu telah diulang berkali-kali, dan mereka tertarik dengannya padahal telah menghancurkan kemakmuran dunia dan kebebasan perorangan yang sesungguhnya. Orang-orang non-yahudi yang dianggap sebagai orang pandai dan berfikiran cerdas tidak memahami simbolisme yang terkandung dalam kata-kata yang diucapkannya itu; demikian pula mereka tidak melihat pertentangan yang terkandung di dalamnya, dan tidak pula menyadari bahkan dialam bebas tidak terdapat arti kata persamaan dalam bentuk apapun juga.

Slogan kita berupa kemerdekaan, persamaan dan persaudaraan yang kita kumandangkan hanyalah jerat halus untuk menangkap mangsa dan sebagai sarana yang dapat menarik orang mendukung perjuangan kita dari seluruh pelosok dunia. Falsafah itu mampu membingungkan para pemimpin Kristen. Pada suatu saat falsafah itu mampu mematahkan tangga dan merontokkan persatuan. Dari sisi lain, falsafah itu akan menggulingkan kubu-kubu bangsawan non-Yahudi, yaitu kubu yang dipakai tempat perlindungan masyarakat yang hidup diatas planet bumi ini.

PROTOKOL KE 2:

Kita harus berusaha sekuat tenaga agar pertempuran yang terjadi antara dua negara tidak menjalar ke negara lain. Sehingga peperangan itu masih bisa dikendalikan, agar pihak kita dapat menguasai.

Disamping itu pihak yang bertempur selalu membutuhkan bantuan dari kita. Kita harus mengangkat orang yang tidak berpengalaman luas dalam pemerintahan, agar mudah diatur untuk diarahkan ke tujuan tertentu. Kita membutuhkan publik opini melalui surat-surat kabar kepada orang-orang non-Yahudi.

Ideologi kita kini telah berhasil dengan gemilang. Kemenangan ideologi kita melalui otak Darwin, Karl Marx, Adam Smith dan Nietzsche. Pandangan pikiran mereka mampu menggoyahkan ketenagaan masyarakat dunia.

Bagi orang yang tak menjalankan ajaran agama, ideologi semacam ini mudah diterima. Surat kabar sebagai senjata utama, kini berada ditangan kita. Walaupun demikian kita harus bergerak di bawah tanah.

PROTOKOL KE 3:

Kini beban kita tinggal menerobos terowongan yang pendek, setelah itu daerah yang dikuasai oleh ular (lambang ‘Freemasonry’, organisasi bawah tanah dari gerakan Zionisme Internasional, pen) akan kita kunci. Bila sudah dikunci, berarti semua benua eropa akan tergenggam dalam tangan kita.

Kita harus mempertajam ketegangan pemerintah dengan rakyat. Agar wibawa pemerintah menjadi lemah dan rakyat pun tidak memiliki daya untuk bertindak, Kemudian kita akan mudah menguasai keduanya sesuai dengan tujuan kita. Kita harus mampu memberikan semangat agar para aktifis partai saling berebut kursi pemerintahan.

Kita harus mampu memberikan nasihat kepada kaum buruh dan pekerja seakan-akan memperoleh prioritas yang memuaskan dari kebijaksanaan dan undang-undang yang tertulis diatas kertas. Padahal tulisan itu hanyalah kebohongan belaka. Dengan demikian agen-agen Yahudi akan kita kirim untuk mengatur roda perusahaan sesuai tujuan kita. Kita harus mampu meningkatkan rasa benci dan dengki di kalangan buruh untuk meledakkan kemelut perekonomian dunia. Sarana yang tepat untuk menciptakan situasi seperti itu adalah emas yang telah kita genggam.

Kita harus mampu menanamkan rasa benci di hati kaum buruh agar tetap bermusuhan dengan orang kaya sejak kecil. Untuk merealisir program itu, kita tidak akan terbentur oleh bahaya, lantaran masyarakat Kristen yang sudah lemah akan mudah dikuasai, terutama menguasai pemerintah yang akan membinasakan Yahudi dari muka bumi ini.

PROTOKOL KE 4:

Gerakan ‘ Freemasonry’ akan melaksanakan tujuan-tujuan kita ini, dan sebagai penghalang bagi siapa saja yang akan membongkar program kita. Gerakan ‘Freemasonry’ akan mampu menghapus keyakinan bertuhan di tengah masyarakat Kristen, dan diganti dengan teori matematika dan teori relativitas. Kita harus berani mengarahkan orang-orang Kristen agar pikirannya hanya ke arah persaingan ekonomi dan industri. Situasi seperti itu diupayakan semakin tajam, agar terwujud masyarakat yang individualistis. Sehingga mereka akan apatis terhadap perjalanan politik, agama dan norma-norma yang berlaku di masyarakat. Mereka hanya mengurus tenaga dan memeras otak demi mendapatkan harta. Dengan demikian mereka bergelimang dengan kehidupan materialisme dan mengabaikan ajaran-ajaran agama (kini giliran orang-orang muslim karena orang-orang kristen sudah ditaklukkan, pen).

Paham Liberal harus kita sebarkan ke seluruh dunia agar pengertian mengenai arti kebebasan (liberal) itu benar-benar menimbulkan dis-integrasi dan menghancurkan masyarakat non-Yahudi. Maka industri harus dilandaskan atas dasar yang bersifat spekulatif.

PROTOCLOS KE 5:

Kita harus mencemarkan nama pendeta dan ulama. Agar keduanya dipandang hina oleh gelandangan dipinggir jalan. Ada suatu langkah yang mampu membikin opini umum, yaitu kita harus mengajukan berbagai pandangan yang dapat menggoyahkan keyakinan-keyakinan sebelumnya yang sudah tertanam di hati dan pikiran masyarakat. Kalau usaha ini belum mendapatkan perhatian, maka masyarakat harus diberikan pandangan lagi yang secara sosial dapat diterima. Dengan cara ini, keyakinan lama yang sudah tertanam di hati manusia akan tergoyahkan, dan pada akhirnya akan tumbang, lantaran terdepak oleh perkembangan zaman. Pada akhirnya pendapat dan pandangan yang tidak searah dengan tujuan Yahudi (yaitu menjadikan ummat manusia hanya memuja materi, pen) akan musnah, dan di dunia akan jatuh ke dalam perangkap kesesatan.

Kita harus mampu membuka jalan agar kebobrokan mental manusia semakin bertambah, dan adat-istiadat porak-poranda. Dengan demikian perpecahan antar kelompok masyarakat akan terjadi dimana saja. Segala kekuatan yang melawan yahudi akan lenyap. Segala semangat akan luntur. Akhirnya faktor yang memberikan kemenangan kepada pihak kita akan nampak. Kita harus mengendalikan masyarakat Kristen dalam kondisi yang semakin rumit dan norma-norma sudah tidak dijunjung tinggi oleh masyarakat. Setelah itu mereka akan meminta kita memimpin dalam memasuki gerakan dunia. Bila posisi ini sudah kita raih, maka seluruh kekuatan pemerintah di dunia akan mudah diarahkan. Dari sini akan terwujud pemerintahan Internasional tertinggi yyang kekuasaannya meliputi seluruh dunia. Lembaga ini secara fungsional mempunyai peraturan yang berwibawa dan dipatuhi oleh seluruh umat manusia di dunia.

PROTOCOL KE 6:

Kita harus mampu mengatur penimbunan kekayaan yang amat besar yang dimiliki oleh orang-orang non-yahudi. Administrasinya harus dapat mengikis habis kekayaan itu secara berangsur-angsur. Kita harus menggunakan segala cara agar Lembaga pemerintah Internasional (semacam PBB, IMF, World Bank sekarang ini, pen) memiliki daya polularitas yang tinggi, sehingga dikenal oleh seluruh umat manusia yang hidup di dunia ini. Diusahakan agar bangsa yang patuh kepada lembaga ini merasa memperoleh perlindungan yang terjunjung tinggi harkat bangsanya.

Kini segala keningratan non-Yahudi telah punah, tinggal sektor pertanian. Walaupun begitu sektor pertanian tidak boleh diabaikan. Sebab tuan tanah sendiri bisa hidup merdeka dari genggaman kita. Oleh karena itu, kita harus berjuang untuk membebaskan tanah itu dari miliknya. Barangkali cara yang tepat adalah pajak dan biaya pengolahan tanah pertanian harus menanjak. Dengan demikian, tuan tanah akan berfikir seribu kali untuk menanam lagi. Jika situasi seperti itu berjalan terus, maka mereka akan segera menjual tanah itu. Kita harus berani memberikan semangat kepada masyarakat agar senang berfoya-foya dan malas. Tindakan ini akan mengakibatkan kebangkrutan bagi perusahaan dan pabrik non-Yahudi.

Kita harus membentuk persaingan tajam dalam perdagangan (ciri utama ekonomi Liberal, pen). Kita harus berani berusaha menaikkan gaji kaum buruh untuk menipu mereka. Dalam waktu yang sama kita harus menaikkan harga barang-barang pokok. Dengan dalih hasil panen mengalami penurunan. Kita harus berani mendorong kaum buruh untuk menenggak minuman keras agar produksi pabrik menurun drastis.

PROTOKOL KE 7:

Kita harus berani mendorong masyarakat Eropa dan selalu membantu menyebarkan isue buruk dan berbau permusuhan dengan penduduk yang tinggal di benua lain. Kebijaksanaan ini memberikan dua keuntungan bagi kita. Sebab, mereka mengetahui bahwa kita mampu melahirkan revolusi atau membuat peraturan sesuai dengan kehendak mereka. Bila ada pemerintah yang ingin menghambat tujuan kita, maka diupayakan negara tetangganya merasa terancam, pada akhirnya mengakibatkan peperangan dua negara. Apabila dua negara bersatu untuk menghancurkan kita, maka kita harus berani menyatakan perang dunia.

Agar segala rencana dapat dicapai, maka kita harus mampu membentuk opini masyarakat dunia. Tampaknya hal itu mudah kita capai, karena sarana yang paling efektif telah kita kuasai, yaitu surat kabar yang setiap hari terbit dengan oplag yang besar (dan kini ditambah stasiun tv, kantor berita, internet, pen).

Untuk menunjukkan kekuatan kita, maka salah satu negara harus diserbu dengan gerakan teroris dan tindakan-tindakan keji. Jika bangsa lain mengetahui kekuatan kita, maka Yahudi akan ditakuti oleh seluruh bangsa. Jika ada bangsa yang ingin melawan kita, maka akan kita gempur dengan senjata buatan Amerika dan buatan negeri lain yang menjadi sekutu kita.

PROTOKOL KE 8:

Pemerintah kita harus memahami bahwa kebudayaan suatu bangsa mempunyai peranan yang amat penting. Oleh karena itu pemerintah harus mampu menghimpun orang-orang senior seperti pengarang, ahli hukum, eksekutif, politikus, administrator yang telah lama duduk di sekolah kita dan telah ditempa dengan dokrin Yahudi. Para sarjana yang telah lulus universitas kita (universitas dengan kurikulum berbasis dokrin yahudi, pen) akan diterima dengan kewajiban ikatan kerja, yang penting biaya hidup mereka terjamin.

Pemerintah kita harus mampu menguasai sarjana ekonomi yang memiliki wawasan politik. Karena politikus yang ekonom memegang peranan penting dalam perjuangan kita. Kita berupaya agar kursi (kekuasaan) diduduki oleh orang yang tidak disegani oleh masyarakat. Minimal orang itu mempunyai perangai yang kurang baik sehingga rakyat akan mudah marah kepadanya, dan keduanya dapat kita kuasai.

PROTOKOL KE 9:

Kita harus dapat menguasai pejabat-pejabat non-Yahudi yang mengatur administrasi, untuk dirombak sebagaimana yang kita harapkan. Selain itu harus menempatkan orang-orang kita dalam lembaga pengatur negara. Kita berusaha agar administrasi suatu negara berjalan timpang. Kita banyak mendudukkan wakil-wakil dalam tubuh Legislatif, dan ikut serta dalam pemilihan umum.

Kita harus mampu mengarahkan misi surat kabar, disamping menguasai departemen Pendidikan. Karena pendidikan merupakan tonggak terpenting dalam kehidupan yang merdeka. Kini aktivis kita harus mampu menodai masa depan generasi mendatang dan mencemari generasi sekarang. Kita harus memberikan pelajaran pada generasi masa kini dengan pandangan-pandangan yang mengandung unsur merusak citrta bangsa. Sebagian orang menanyakan:”Apa yang harus kita lakukan, bila ada yang mengetahui program kita yang ingin merusak citra bangsa! Jawabnya: Kita harus merahasiakan rencana itu dan dalam menyalurkan ke masyarakat harus dengan penuh perhitungan. Tetapi jika ada yang terjadi diluar perhitungan kita, kita pun sudah mempersiapkan diri dengan kekuatan militer dan alat-alat tempur yang canggih. Pada suatu saat kita akan menyerbu dengan kekuatan yang mampu menggetarkan lawan yang menghadapi kita. Untuk menghadapi perlawanan semacam itu kita mempersiapkan terowongan di bawah tanah yang akan digunakan untuk meledakkan seluruh kota di dunia, termasuk dokumen-dokumen akan hangus.

PROTOKOL KE 10:

Kita harus memecah-belah keluarga masyarakat non-Yahudi dan menghapus adat-istiadat, serta kebudayaan mereka. Kita berusaha untuk memperoleh setiap sarjana dan cendekiawan agar mau bergabung dengan barisan kita. Kita harus dapat mendirikan pemerintahan otokrasi yang mudah diatur menurut haluan kita. Hal itu bisa dijangkau apabila seluruh lembaga baik legislatif , eksekutif maupun yudikatif dipegang oleh orang-orang yang tidak segan-segan menerima uang siluman. Kepemimpinan tertinggi akan dipegang oleh agen-agen kita yang mampu menjalankan pemerintahan sesuai dengan petunjuk kita.

PROTOKOL KE 11:

Tuhan telah menghendaki keturunan Israel sebagai petualang dunia yang hidup di berbagai negara. Kalau dipandang sepintas hal itu merupakan sisi kelemahan Israel. Namun petualangannya harus dimanfaatkan untuk memperkokoh posisi kita dan dijadikan sebagai jembatan emas untuk menduduki singgasana kerajaan dunia. Pesta-pesta yang diadakan oleh gerakan ‘Freemasonry’ merupakan tempat komunikasi antara kelompok-kkelompok kita (sekedar info saja, yayasan ‘Lions Club’ dan ‘Rotary Club’ di seluruh dunia dikendalikan oleh orang-orang ‘Freemasonry’ ini, pen). Kita bagaikan Singa (bukankah ‘Lions Club’ berarti ‘klub para Singa?”) dan orang-orang non-Yahudi laksanan kelompok biri-biri. Bila singa memasuki kandangnya, biri-biri hanyalah bisa memejamkan matanya dan menerima nasib malangnya.

PROTOKOL KE 12:

Dominasi kita harus merambah surat kabar yang membawa misi partai. Selain itu kita harus mampu mengontrolnya sebelum berita itu diedarkan, agar tidak mengungkap misi kita. Segala berita yang akan disiarkan lewat radio harus melalui pengawasan kita. Buku-buku berbobot harus dikenakan pajak yang tinggi, sedangkan buku murahan tidak dikenakan pajak, agar para sarjana enggan menulis buku. Perusahaan surat kabar akan kita beli untuk mengimbangi dan menjawab isi surat kabar independen yang lepas dari genggaman kita (kini tentu tak sebatas surat kabar, tapi meliputi pula: stasiun tv, kantor berita, majalah dan website terkenal di internet, pen).

PROTOKOL 13:

Kita harus berusaha agar opini umum tidak mengetahui permasalahan sebenarnya. Kita harus menghambat segala yang mengetengahkan buah pikiran yang benar. Hal itu bisa dilakukan dengan memuat berita lain yang menarik di surat kabar. Agen-agen kita yang menangani sektor penerbitan akan mampu mengumpulkan berita semacam itu. Pandangan masyarakat harus kita alihkan kepada hiburan (dunia entertaiment, pen), seni dan olah raga.

PROTOKOL KE 14:

Diupayakan di dunia ini hanya satu agama, yaitu agama Yahudi (inti ajaran agama yahudi adalah pemujaan materi atau paham materialisme, pen). Oleh karena itu segala keyakinan lainnya harus dikikis habis. Kalau dilihat di masa kini, banyak orang yang menyimpang dari agama. Pada hakekatnya kondisi seperti itulah yang menguntungkan yahudi. Di masa akan datang masyarakat dunia akan berduyun-duyun memasuki agama Musa yang menundukkan mereka berada di bawah telapak kaki yahudi. Pada saat itu, suara kritikan hanya tertuju kepada agama selain yahudi. Orang tak akan berani menelanjangi agama kita. Karena rahasia yang terkandung dalam ajaran agama Yahudi sangat dalam, dan ajarannya selalu diperjuangkan oleh pendeta-pendeta kita. Segala karya tulis yang mengkritik agama kita tidak diperkenankan terbit dan tersebar di masyarakat. Kita terus berjuang menyebar-luaskan tulisan sastra picisan di masyarakat negara adidaya (contohnya sekarang ini novel Harry Potter?, pen).

PROTOKOL KE 15:

Agen-agen rahasia kita harus disebar ke seluruh dunia. Mereka adalah anggota organisasi di bawah tanah dan gerakan ‘Freemasonry’. Bila bisa berjalan dengan baik, kita akan mempunyai polisi rahasia yang bergerak ke seluruh penjuru dunia. Dari mereka kita mendapatkan data-data akurat untuk mengatur segala persoalan yang penting. Kita harus sering mengadakan pertemuan anggota ‘Freemasonry’ sebelum memegang kekuasaan yang sempurna. Setelah berkuasa, kita akan mampu memusnahkan semua gerakan non-Yahudi dengan cara licin sehingga orang tidak akan menuding kita.

PROTOKOL KE 16:

Kita harus berani tampil di tengah masyarakat dan berjuang memimpin universitas yang ada sekarang. Setelah itu, penulisan sejarah akan kita tinjau kembali, dan menyisihkan sejarah yang menghujat nama bangsa Yahudi. Kritikan dari orang non-Yahudi tidak begitu bahaya, tetapi yang perlu diwaspadai adalah pendidikan yang berjalan dengan kurikulum mereka sendiri (bukan meniru kurikulum kita). Maka usahakan pendidikan semacam itu harus dilenyapkan. Bila tidak mampu, ia harus dikucilkan dari masyarakat. Segala macam yang melambangkan kemerdekaan berpendapat harus dilenyapkan, walaupun slogan itu pernah kita gunakan untuk meraih tujuan. Kita telah meletakkan program untuk menarik simpati masyarakat dengan memberi pelajaran empiris nyata (contohnya kurikulum berbasis kompetensi SD-SMA di Indonesia sekarang, pen), dan membuang pelajaran yang bersifat non-empiris (misalnya pendidikan budi-pekerti, pen). Pelajaran ini amat sistimatis, agar kaum pelajar tidak mampu berfikir luas, dan tidak mampu memecahkan persoalan tanpa bantuan orang lain. Jadi mereka bagaikan binatang ternak, yang dapat digiring menurut kehendak pengembala. Mereka hanya mentaati penjelasan dari guru tanpa berusaha untuk mendalaminya. Sistem ini telah berhasil kita suntikkan dalam sekolah di negeri Prancis, yang ditangani oleh aktivis yang bernama Bouro.

PROTOKOL KE 17 :

Kita selalu dituntut untuk mencemarkan nama baik pendeta dan ulama non-Yahudi, agar mereka terhina dimata rakyat. Dengan usaha ini dapat mengurangi misi perjalanan mereka yang menghambat perjuangan kita. Bila ada peluang yang baik, istana Paus akan kita runtuhkan dengan memakai orang lain yang akan menembak Paus di Vatikan. Bila ini terjadi, para penduduk dunia akan berduyun-duyun ke Vatikan, dan kita akan tampil seolah-olah menjadi pelopor penuntutan terhadap pelaku pembunuhan itu (usaha pembunuhan Paus pernah dilakukan tahun 1981, tapi gagal, pen). Cara seperti itu agar kita yang akan menduduki singgasana Paus. Dan yahudi akan menjadi Paus sejati dan kepala uskup Gereja Internasional.

PROTOKOL KE 18:

Di saat polisi menjaga keamanan negara dengan ketat, kita harus mampu mengadakan kerusuhan dan keonaran di masyarakat (departemen kepolisian di seluruh dunia selalu memperoleh bantuan Zionis Internasional untuk mendukung tujuan mereka, pen). Kemudian para penceramah diorganisir untuk menerangkan keadaan yang genting itu. Di saat itu kita dapat menemukan jalan keluarnya, sehingga masyarakat simpati kepada kita. Kebijaksanaan seperti ini akan kita gunakan secepatnya untuk memberikan perintah agar penjagaan semakin ditingkatkan. Peluang ini kita pakai untuk mengkoordinir para pendukung kita untuk mendapatkan tujuan.

PROTOKOL KE 19:

Politikus yang kita tangkap diusahakan tidak dianggap sebagai pahlawan, tetapi martabat mereka kita samakan dengan penyamun, pencoleng, pembunuh dan narapidana berat lainnya. Usahakan masyarakat menyamakan narapidana politik dengan kriminil agar masyarakat menilai jelek para politikus.

PROTOKOL KE 20:

Kita harus berusaha agar bantuan (hutang) luar negeri seakan-akan bantuan dalam negeri. Agar kekayaan negara yang hutang akan terus mengalir ke perbendahaaraan kita. Akal hewan bangsa non-yahudi tidak akan mengerti bahwa hutang kepada negara kapitalis akan menguras kekayaan negaranya sendiri. Sebab, bunga hutang itu akan diambil dari hasil bumi negaranya atau masukan keuangan lainnya. Sekarang kita telah menguasai kekayaan dunia dengan jalan memegang saham surat-surat berharga lainnya (inilah alasan pemaksaan dibukanya Pasar Modal dan Pasar Uang di negara-negara yang berhasil mereka “liberalisasikan ekonominya”, pen). Kita akan membentuk pemerintah yang hutang agar terus membutuhkan bantuan dari bank kita sehingga pemerintah negaranya akan tergenggam oleh kaum kapitalis.

PROTOKOL KE 21:

Kita akan mendukung pemerintahan di seluruh dunia dengan sejumlah besar ahli di bidang ekonomi. Itulah sebabnya ilmu pengetahuan Ekonomi merupakan ilmu utama yang diajarkan oleh orang Yahudi (hampir di seluruh negara di dunia, fakultas ekonomi selalu saja jumlahnya melebihi jumlah fakultas ilmu sosial dan exacta yang ada. Dan pelajaran ekonomi di SMA selalu memiliki bobot materi yang paling lengkap dibanding mata pelajaran lainnya, tak terkecuali di Indonesia saat ini, pen). Kita akan dibantu oleh bankir, industrialis, kaum yang bermodal, dan terutama para milyuner yang tak terhitung banyaknya. Karena segala sesuatu diatur dengan angka yang pasti.

PROTOKOL KE 22:

Emas selau memegang peranan terpenting, dan sekarang kita telah menguasainya dengan melewati beberapa usaha yang lama dan telah melintasi beberapa generasi. Oleh karena itu senjata ini harus mampu memainkan peranannya untuk menggapai tujuan kita dalam rangka menguasai dunia.
Untuk membentuk perdamaian diatas planet ini, perlu menggunakan sedikit kekerasan, yang semuanya dapat dilaksanakan di bawah panji-panji Zionisme.

PROTOKOL KE 23:

Mula-mula yang kita lakukan untuk memperkokoh kekuatan kerajaan kita, yaitu harus melenyapkan yayasan dan organisasi yang dulu bergerak untuk membela kita. Sebab bila ia dibiarkan, akan menjadi membahayakan kerajaan kita.
Kerajaan Israel akan menjadi kokoh atas kehendak Allah. Langkah pertama untuk menegakkan kerajaan itu adalah membasmi pikiran orang yang tidak berwawasan luas. Walaupun mereka dulu pernah dipakai tangga untuk mencapai tujuan kita yang mulia.

PROTOKOL KE 24:

Orang yang mengatur kerajaan kita harus dari keturunan Dawud (David), disamping tokoh-tokoh dari Zionis. Orang tersebut harus memiliki otak cemerlang, mampu mengendalikan hawa nafsunya, bisa bergaul dengan rakyat, bersih dari noda, berani berkorban untuk memenangkan kepentingan rakyat, lambang kejayaan, tangguh dan kharismatik ( figur dimaksud dalam keyakinan ummat Islam, disebut Dajjal, pen).

Sumber :
Klik di sini untuk melihat sumber asli tulisan ini
[Read More...]


REVITALISASI PANCASILA



Oleh: Azyumardi Azra.


Dalam pekan terakhir paling tidak, Pancasila kembali menjadi wacana publik. Beberapa lembaga, baik pemerintah maupun nonpemerintah menyelenggarakan diskusi, simposium, dan semacamnya mengenai Pancasila. Tak kurang Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga menyampaikan pidato politik tentang Pancasila pada Hari Pancasila 1 Juni, yang pada intinya menekankan pentingnya Pancasila dalam kehidupan berbangsa-bernegara.

Bagi saya yang sejak Juni 2004 melalui berbagai artikel dan wawancara mengimbau perlunya membangkitkan kembali wacana publik tentang Pancasila, perkembangan tersebut cukup menggembirakan. Karena dengan demikian, Pancasila yang merupakan landasan bersama (common platform) atau sering juga disebut di kalangan kaum Muslimin sebagai ‘kalimatun sawa’, kembali mendapat perhatian yang sepantasnya sudah harus diberikan sejak beberapa tahun lalu.

Jika kita mengimbau perlunya menghidupkan kembali wacana publik tentang Pancasila, maka itu bukanlah didasari romantisme historis, kerinduan belaka terhadap masa lalu. Masa lalu yang pahit bagi Pancasila sudah dialami negara-bangsa Indonesia, ketika indoktrinasi P4 atas berbagai lapisan masyarakat, membuat Pancasila seolah-olah kehilangan ‘nama baik’.
Pemerintah Orde Baru tidak hanya melakukan dominasi dan hegemoni atas pemaknaan Pancasila, tetapi juga melakukan berbagai kebijakan dan tindakan yang bertentangan dengan pandangan dunia dan nilai-nilai Pancasila. Semua ini membuat banyak orang enggan membicarakan Pancasila; pembicaraan tentang Pancasila bahkan nyaris sebagai sesuatu yang tabu.

Revitalisasi Pancasila mendesak karena beberapa alasan internal dan eksternal. Secara internal, sejak masa berlangsungnya ‘Masa Reformasi’, beberapa faktor pemersatu bangsa jelas mengalami kemerosotan. Negara-bangsa yang berpusat di Jakarta semakin berkurang otoritasnya; sentralisme sebaliknya digantikan dengan desentralisasi dan otonomisasi daerah. Dalam hal terakhir ini kita menyaksikan bangkitnya sentimen provinsialisme dan etnisitas yang cenderung mengabaikan kepentingan dan integrasi nasional.

Pada saat yang sama, penghapusan kewajiban asas tunggal Pancasila yang diberlakukan sejak 1985, yang diikuti liberalisasi politik dengan sistem multipartai, juga menghasilkan berbagai ekses. Fragmentasi politik, baik di tingkat elite dan akar rumput terus berlanjut, yang sering berakhir dengan lenyapnya keadaban publik (public civility), dan cenderung disintegratif.

Pada saat yang sama, liberalisasi politik berbarengan dengan kegagalan negara menegakkan hukum, memberikan momentum bagi menguatnya religious-based ideologies, yang cenderung divisif, karena adanya berbagai aliran pemikiran, mazhab, dan semacamnya di dalam agama.
Bisa disaksikan, parpol-parpol yang berlandaskan agama --baik Islam maupun Kristen-- terus rentan pada perpecahan; landasan agama tidak mampu mengatasi perbedaan-perbedaan yang berimpitan dengan kontestasi pengaruh dan kekuasaan. Pada saat yang sama, terlihat pula peningkatan berbagai kelompok masyarakat yang bergerak atas religious-based ideologies dan atas nama agama.

Yang tak kurang pentingnya adalah serbuan globalisasi, yang tidak hanya menimbulkan disorientasi dan dislokasi sosial, tetapi juga bahkan mengakibatkan memudarnya identitas nasional dan bahkan jati diri bangsa. Globalisasi yang sesungguhnya juga punya nilai positif, sebaliknya justru lebih banyak menimbulkan ekses negatif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Revitalisasi Pancasila yang urgen itu bisa dimulai dengan menjadikan dasar negara ini kembali sebagai wacana publik, sehingga masyarakat merasakan bahwa Pancasila masih ada, dan masih dibutuhkan bagi negara-bangsa Indonesia. Selama 63 tahun lebih, Pancasila mampu mengayomi anak-anak bangsa yang begitu majemuk; viabilitas Pancasila dengan demikian telah teruji sebagai kerangka dasar bersama negara-bangsa Indonesia.

Selanjutnya, perlu dilakukan penilaian kembali (reassesment) tentang penafsiran dan pemahaman Pancasila, yang telah pernah dirumuskan di masa silam. Penafsiran monolitik sepatutnya ditinggalkan; apalagi kalau penafsiran tunggal tersebut didominasi rezim penguasa, yang menggunakan untuk kepentingan kekuasaan. Publik dan masyarakat memiliki hak semestinyalah terlibat dalam reassesment, dan rekontekstualisasi penafsiran Pancasila di tengah situasi dan tantangan yang terus berubah.

Terakhir, reaktualisasi nilai-nilai Pancasila dalam berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. Inilah tantangan yang tidak kurang beratnya. Karena selama masih terdapat dalam masyarakat banyak kontradiksi yang tidak sesuai dengan esensi dan nilai-nilai Pancasila, ketika itulah orang menganggap Pancasila sebagai lips-service belaka.

Kiriman dari by FB Rumah Pancasila
[Read More...]


Capres dan Neolib



Capres dan Neolib
Oleh : Aryanto Abidin

Kontestasi politik di republik ini kian ingar bingar saja. Klimaksnya adalah kontestasi pilpres. Para pasangan capres bermanuver dengan bahasa dan gayanya masing-masing. Ada yang “Pro rakyat”, ada yang “lanjutkan” dan ada juga yang “lebih cepat lebih baik”. Saling sikut satu sama lain amat sulit dihindarkan. Ada yang saling ungkit kesalahan masa lalu, ada juga yang mengumbar keberhasilan. Kemiskinan dieksploitasi habis-habisan, lalu ditelanjangi habis-habisan di forum debat capres. Kemiskinan hanya laku saat pemilu legislatif dan pilpres, setelah itu jangan harap dilirik kembali. Para capres dan pasangannya saling berebut dominasi di ruang publik. Seperti biasa, yang terjadi adalah mereka hanya menanamkan kesadaran palsu dan fantasi-fantasi gila tentang kemakmuran. Tapi, para kontestan punya cara tersendiri menjaga imej agar kosmetik yang bernama citra tak luntur. Terakhir yang paling menggelikan adalah saling lempar isu tentang penganut Neoliberalisme (Neolib).

Neoliberalisme menjadi pembicaraan yang hangat di media kita, baik elektonik maupun cetak. Diskusipun digelar dimana-mana, di tivi, di koranpun tak ketinggalan. Di kolong-kolong pohon pun oke. Di pasar, di kampus dan dimana-mana, kata Neoliberalisme terlalu memekakan telinga kita. Bahkan untuk sekedar menterjemahkannya dalam bahasa sehari-hari, kita terkadang kalang kabut. Neolib menjadi isu yang seksi, ia bak selebriti di musim pilpres seperti sekarang ini.

Neoliberalisme menjadi layak dibicarakan, lantaran ia tiba-tiba saja menjadi populis. Neolib dan capres adalah dua kata yang saling bersinggungan dalam konteks ideologi kita. Apalagi ditengah-tengah perhelatan politik seperti sekarang ini. Neolib adalah pelabelan terhadap orang atau lembaga yang menganut Neoliberalisme. Dalam kontestasi politik seperti sekarang ini, saling klaim siapa yang neolib dan yang bukan neolib menjadi buag bibir dimana-mana. Neoliberalisme tiba-tiba saja mendadak terkenal lantaran salah satu pasangan capres. Neoliberalisme menjadi alat legitimasi kampanye negatif. Saling tuduh siapa yang neolib menjadi tak terhindarkan.

Di tataran akar rumput seperti kita ini, pertanyaan tentang neolib tidak pernah bosan-bosannya kita ajukan. Oleh karena itu, kiranya saya tidak berlebihan bila mencoba mengutip roh daripada neoliberalisme itu.
Inti dari gagasan ekonomi-politik neoliberalisme adalah argumen bahwa pertumbuhan ekonomi akan optimal, jika dan hanya jika lalu-lintas barang/jasa/modal tidak dikontrol oleh regulasi apapun. Optimalisasi itu juga hanya akan terjadi bila digerakkan oleh konsep Homo Economics, yaitu barang/ jasa/modal dimiliki dan dikuasai oleh orang-perorang yang akan menggerakkannya untuk tujuan akumulasi laba pribadi sebesar-besarnya, sehingga private property pun menjadi absolut tanpa tanggung-jawab peran sosial apapun juga kecuali untuk akumulasi laba privat sebesar-besarnya. Keserakahan pun dimaklumkan sebagai sesuatu yang baik dan lumrah.
Dalam praktek Neoliberalisme, kalkulasi ekonomi menjadi panglima bagi semua masalah dan persoalan. Imbasnya adalah terjadinya peralihan regulasi dari lingkup arena sosial menjadi lingkup urusan personal saja. Neoliberalisme lebih mengutamakan kepentingan pemodal dan mengabaikan kepentingan nasional (rakyat). Posisi pemodal baik asing maupun domestic (kapitalis) lebih dominan atau pada posisi yang “sentral-substansial”. Sementara di sisi lain, posisi rakyat dan kepentingan nasional diletakkan pada posisi “marginal-residual” (pinggiran). Neoliberalisme mendorong pertumbuhan pasar bebas dan mereduksi intervensi negara seminimal mungkin. Dalam neoliberalisme pertumbuhan ekonomi sepenuhnya diserahkan pada mekanisme pasar. Tentu saja dengan mengharapkan berkah tangan ajaibnya pasar (invisible hand). Ganas memang!

Selama ini pembangunan negeri ini adalah tambal sulam dari utang luar negeri. Berkedok membantu, padahal menjajah. Secara langsung, dengan menguasai kekayaan alam kita. Secara tidak langsung, kita diharuskan mengikuti resep pemulihan ekonomi dari IMF. Sampai sekarang belum ada tanda-randa bangsa ini menuju kepada kata yang kita dambakan “sejahtera”. Yang terjadi adalah sebaliknya, kita semakin tergantung pada asing. Kita bukan benci kepada pihak asing, akan tetapi kita harus berdaulat dan bisa mengendalikan mereka. Di era sekarang ini, teramat naïf kalau kita menjadi anti asing. Hanya saja penekanan kepada mereka adalah kita harus berdaulat dan harus tunduk pada regulasi kita. Kepentingan rakyat harus berada pada posisi yang sentral-substansi bukan sebaliknya, menjadi terpinggirkan.

Ditengah kondisi bangsa kita sedang merangkak ini, tentunya butuh pemimpin yang mampu mengelola modal besar bangsa ini, menjadi sebuah bangsa yang mandiri dan sejahtera. Tentu saja dengan tidak mengorbankan harga diri bangsa ini kepada pihak asing. Kita butuh pemimpin yang berani menarik garis yang tegas dengan asing. Sekali lagi kita tidak anti asing, tapi harus terkontrol dan kedaulatan rakyat di atas segala-galanya. Tentunya perhelatan politik dalam rangka memilih pemimpin bangsa ini, merupakan momen yang harus kita masksimalkan. Memperdebatkan Neoliberalisme dalam podium debat capres saja tidak cukup. Menjadi tidak relevan jika para kontestan sekiranya tidak mempunyai komitmen kebangsaan yang kuat. Intinya adalah kedaulatan rakyat di atas segala-galanya. Semoga!


[Read More...]


Kaum Muda dan Kepemimpinan Alternatif



Aryanto Abidin
Wakil Presiden BEM UNHAS Periode 2006-2007
Tulisan ini pernah dimuat di harian Tribun Timur

Setiap generasi adalah milik zamannya masing-mmasing, demikian juga dalam hal regenerasi kepemimpinan. Dalam setiap suksesi kepemimpinan, maka akan lahir pemimpin baru sesuai dengan karakter zamannya masing-masing. Ketika pada masa awal terbentuknya republik ini, banyak anak negeri yang terlahir sebagai tokoh-tokoh muda yang mampu menggerakan emosi dan seluruh kekuatan bangsa untuk melawan penjajahan, baik secara fisik maupun secara politik. Sebut saja Jenderal sudirman, Soekarno, Hatta, Tan Malaka, Agus Salim, HOS Cokroaminoto, dr. Sutomo, Wahidin Sudiro Husodo, dll. Mereka semua adalah tokoh muda yang berpengaruh pada masanya. Mereka tidak terlahir begitu saja, akan tetapi mereka mepersiapkan diri jauh hari sebelumnya. Mereka sadar betul bahwa mereka lah yang akan mewariskan negeri ini. Karena mereka sadar akan eksistensinya, maka merekapun mempersiapkan diri untuk menjadi bagian terpenting dari negeri ini. Jika membaca lembaran sejarah kita, maka kita akan menemukan warisan kejayaan anak muda bangsa ini dalam membangun dan memerdekaan bangsa ini.

Reformasi 1998 merupakan bukti betapa orang-orang muda yang berpikiran progresif mampu menumbangkan rezim yang berkuasa (orde baru). Peristiwa tersebut merupakan sebuah peristiwa besar dalam sejarah gerakan mahasiswa. Betapa tidak, mahasiswa Indonesia yang saat itu populasinya hanya 2 persen dari penduduk Indonesia mampu meruntuhkan rezim yang kuat dan otoriter yang telah berkuasa selama 32 tahun. Bagi gerakan mahasiswa, keberhasilan ini merupakan sebuah pengalaman baru. Runtuhnya rezim orde baru sekaligus menandai runtuhnya simbol kediktatoran rezim yang berkuasa. Rasa-rasanya ini seperti sebuah romantisme masa lalu, akan tetapi mau tidak mau, suka tidak suka itulah kenyataan yang tak terbantahkan dari peristiwa heroik anak muda bangsa ini.

Reformasi 1998 membawa angin segar bagi terciptanya demokratisasi di negeri ini. Sayangnya, perubahan besar ini tidak diwarnai dengan perubahan yang berarti dalam pondasi kehidupan berbangsa dan bernegara. Sebut saja korupsi yang semakin merajalela, kondisi ekonomi yang kian terpuruk, sekalipun telah beberapa kali ganti pemerintahan. Era pemerintahan Megawati, terjadi penjulan aset negeri ini kepda asing secara serampangan dan membabi buta. Pada masa pemerintahan Megawati pulalah diterbitkannya surat pengampunan utang (release and discharge/R&D) bagi koruptor kelas kakap negeri ini. Yang lebih mengerikan lagi adalah ketika pemerintahan Gus Dur. Pada pemerintahannya Gusdur merupakan sosok pemimpin yang kontroversial. Gusdur selalu mengeluarkan pernyataan politik yang kontroversial dan cenderung menafsirkan hukum semaunya dan selalu melawan arus.

Perjuangan gerakan mahasiswa 1998 menjadi hambar dan sedikit ternodai oleh gaya kepimpinan pemerintah yang berkuasa pasca reformasi. Bukan memperbaiki dan mensejahterahkan rakyat, justru reformasi dimanfaatkan oleh kelompok tertentu untuk mengeruk keuntungan sebanyak banyaknya, serta menancapkan kuku kekusaan. Hal ini menjadi indikasi betapa momentum reformasi dijadikan alat kekuasaan yang sangat keji tanpa ada niat sedikitpun untuk memperbaiki negeri ini dari keterpurukan. Meskipun rezim orde baru telah runtuh, namun watak orde baru masih melekat pada orang yang mengendalikan pemerintah pasca reformasi. Hal ini menunjukan bahwa perjuangan mahasiswa dan pemuda hanya sebagai martil perubahan saja. Oleh karena itu, penting artinya jika orang-orang muda yang berpikiran progresif menjadi penyeimbang dalam sistem kepimimpinan nasional kita hari ini.

Siapakah Kaum Muda itu?
Dalam konteks keindonesiaan saat ini, kita membutuhkan pemimpin alternatif yang dapat menggelorakan semangat rakyat Indonesia untuk maju. Kepemimpinan yang dimaksud adalah kepemimpinan kaum muda yang transformatif (mampu merefleksikan gagasan/ide ke tataran praksis). Akan tetapi, perlu kita samakan persepsi dulu, siapakah kaum muda itu? Apakah definisi kaum muda itu semata-mata ditentukan menurut batasan umur saja? Ataukah kaum muda itu adalah sebuah definisi yang dipakai dalam pergulatan pemikiran ataupun gagasan? Jika kita merujuk pada kamus besar bahasa indonesia edisi kedua (1995), maka definisi pemuda adalah mereka yang sudah mulai dewasa dan sudah sampai umur untuk kawin. Dalam undang-undang perkawinan, usia kawin adalah 16 tahun bagi perempuan dan 19 tahun bagi laki-laki. Sedangkan dalam penjelasan undang-undang tersebut, usia dewasa adalah 21 tahun. Jadi, bisa ditarik kesimpulan bahwa kaum muda adalah mereka yang berumur mulai 16 tahun hingga 50 tahun. Tapi ada juga yang mengambil batasan umur 18-50 tahun. Beberapa pendapat mengatakan bahwa usia produktif adalah berkisar antara 25-55 tahun.

Dalam pandangan Pramudya Ananta Tour, kaum muda tidak bisa dikotakan dalam batasan umur semata, akan tetapi kaum muda adalah mereka yang memiliki gagasan yang progressif, radikal dan militan. Oleh karena itu, batasan umur akan menjadi gugur jika gagasan mereka cenderung status quo. Kita meski berkaca pada Ahmadinejad (Iran), Hogo Chavez (Venezuela) dan Evo Morales (Bolivia) serta pada Soekarno, pendiri bangsa ini. Mereka ini adalah pemimpin yang pemberani dan memiliki ide dan gagasan yang progresif, radikal dan militant. Negara-negara ini berhasil menegakan kepalanya di pergaulan internasional, meskipun ketiga Negara tersebut oleh Amerika dianggap kontroversi. Ini lantaran karna pemimpin mereka punya keberanian terhadap intervensi asing terhadap Negara mereka. Ahmadinejad berhasil meyakinkan PBB bahwa mereka tidak memanfaatkan nuklir sebagai senjata pemusnah massal serta menantang Gerge W Bush untuk berdebat. Evo Morales dan Hugo Chavez dengan negara penghasil minyaknya berhasil menasionalisasi aset dan mengusir perusahaan asing keluar dari negara mereka karena dianggap mengeruk kekayaan negera mereka. Lebih gila lagi, Hugo Chavez menyebut George W. Bush sebagai iblis di depan majelis PBB. Soekarno pada masa kepemimpinannya mampu menjadikan Indonesia sebagai negara berdaulat dan disegani di mata dunia.

Mengapa Harus Kepemimpinan Alternatif?
Kita ketahui bersama, meskipun pemerintahan SBY-JK terpilih langsung oleh rakyat dalam pemilu 2004, namun pemerintahan yang sekarang gagal menjalankan fungsinya mensejahterakan rakyat Indonesia. Dalam pemerintahan ini pula, harga BBM telah dua kali mengalami kenaikan. Meminjam pisau analisisnya Firmansyah (www.alumnihmi.com) bahwa kita sedang mengalami Kompleksitas nasional. Lebih lanjut Ia mengatakan bahwa setelah 100 tahun kebangkitan dan 10 tahun reformasi ini masih ditandai dengan lemahnya struktur dan daya saing perekonomian, penegakkan hukum, pemberantasan korupsi, pelaksanaan otonomi dan desentralisasi, besarnya hutang luar negeri, tingkat kemiskinan dan pengangguran, tuntutan demokratisasi, dan ancaman desintegrasi. Sedangkan pada tataran internasional, ditandai situasi, kondisi, tantangan dan tuntutan, yang makin kompleks, selalu berubah, penuh ketidakpastian, dan bahkan sering tidak ramah. Perkembangan lingkungan stratejik tersebut menuntut pemimpin dan yang solid, mampu mengantisipasi perkembangan ke depan, membangun visi, misi, dan strateji serta mengembangkan langkah-langkah kebijakan, sistem kelembagaan dan manajemen pemerintahan yang relevan dengan kompleksitas perkembangan, permasalahan, dan tantangan yang dihadapi pada tataran nasional maupun internasional

Secara historikal, Indonesia memiliki pola yang sama dalam hal pergantian kepemimpinan nasional, yakni berawal dari krisis ekonomi dan krisis politik. Saiful Mujani (Tempo edisi 36/29 Oktober - 04 November 2007) menerangkan bahwa munculnya kepemimpinan nasional Orde Baru dan Orde reformasi/demokrasi sekarang memang tidak bisa dibandingkan, tapi ada kesamaan yang sangat krusial: ketiga orde tersebut dimulai dari krisis ekonomi-politik. Orde Lama diawali dengan instabilitas pemerintahan, separatisme, dan krisis konstitusi; Orde Baru diawali dengan krisis ekonomi dan konflik antara Orde Lama, terutama PKI, dan lawan-lawannya, terutama Angkatan Darat; dan Orde Demokrasi diawali dengan krisis moneter, dan kemudian kerusuhan massal. Dua krisis sebelumnya melahirkan kepemimpinan alternatif yang relatif masih muda (Soekarno dan Soeharto), sedangkan krisis moneter 1997 tidak. Hal ini menunjukan bahwa kaderisasi kepemimpinan kita jalan di tempat. Kita ketahui bersama bahwa selama sepuluh tahun orde demokrasi, kaum muda hanya menjadi penonton saja. Hal ini memunculkan pertanyaan dalam kepala kita, apakah generasi muda tidak diberikan ruang untuk menjadi aktor utama dalam kepemimpinan nasional? Jika jawabannya adalah ya, maka generasi muda harus merebutnya. Tentunya dengan persiapan yang matang.

Kondisi tersebut menjadi cermin bagi kaum muda untuk tampil mengambil posisi kepemimpinan negeri ini. Kaum muda adalah sosok yang sangat potensial sebagai pemimpin alternatif. Namun, pemimpin alternative jangan samapai menjadi wacana kosong. Pemimpin alternatif adalah sebuah tawaran baru di tengah ‘paceklik’ kepercayaan rakyat terhadap pemerintahan kita sekarang ini. Menurut Firmansyah kepemimipinan alternatif adalah pemimpin yang memiliki tipologi atau pola kepemimpinan transformatif dan transaksional. Lebih lanjut ia mendefinisikan kepemimpinan transformatif sebagai proses yang padanya “para pemimpin dan pengikut saling menaikkan diri ke tingkat moralitas dan motivasi yang lebih tinggi”, seperti kemerdekaan, keadilan, dan kemanusiaan, dan bukan di dasarkan atas emosi, seperti misalnya keserakahan, kecemburuan sosial, atau kebencian. Jadi , antar pimpinan dan yang dipimpin terjadi kesamaan persepsi sehingga mereka dapat mengoptimalkan usaha dan bekerjasama untuk mewujudkan visi menjadi kenyataan kearah tujuan yang ingin dicapai bangsa dan negara. Sedangkan kepemimpinan transaksional dimaknai sebagai gaya kepemimpinan yang intinya menekankan transaksi di antara pemimpin dan bawahan, maka presiden/ pucuk yang dipilih secara langsung oleh rakyat, dan menjadi kontrak politik dan social. Sehingga mampu menyelesaikan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat bersama sesuai dengan janji-janji kampanye.

Menjadi pemimpin alternatif pilihan rakyat memang tidak mudah, apalagi bagi tokoh muda negeri ini. Tokoh muda harus memiliki kriteria pemimpin yang ideal antara lain menurut Saiful Mujani adalah, bisa dipercaya (integritas), empati pada rakyat, punya penampilan berwibawa, cukup enak dilihat, dan dinilai mampu memimpin untuk mengatasi masalah-masalah yang dirasakan paling mendesak oleh rakyat, terutama yang berkaitan dengan ekonomi (kompetensi). Selain kapasitas personal tersebut, harus diakui bahwa dari segi popularitas tokoh muda jauh ketinggalan dibandingkan dengan tokoh-tokoh yang sudah populis dimana didominasi oleh kaum tua. Sebut saja Amin Rais, Sutiyoso, Sultan Hamengkubuwono, Megawati, dan SBY-JK. Untuk mendongkrak popularitas, media merupakan wadah yang belum tergantikan perannya hingga saat ini. Di samping itu juga, tokoh-tokoh muda juga harus mampu membangun jaringan lintas organisasi mahasiswa dan kepemudaan baik regional maupun nasional, organisasi keprofesian, ormas serta membangun jaringan lintas partai.

KAMMI dan Kepemimpinan Alternatif
Menjadi menarik jika wacana kepemimpinan alternatif ini direfleksikan dalam konteks suksesi kepemimpinan pada organisasi mahasiswa yang bernama Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI). Dalam pemahaman saya, KAMMI sebagai basis kader muda bangsa harus mencitrakan dirinya sebagai basis kepemimpinan alternative. Sebagaimana yang kita pahami, bahwa kepemimpinan alternative adalah mereka yang memiliki tipologi atau pola kepemimpinan transformatif dan transaksional. Kepemimpinan transformatif adalah pemimpin yang yang mampu mendesain visi pribadi menjadi visi bersama serta menterjemahkannya ke dalam bentuk praksis atau kerja nyata. Kepemimpinan transaksional adalah mereka yang berani melakukan kontrak politik dengan seluruh jajaran KAMMI yang ada di Indonesia. Selain itu juga, kepemimpinan transaksional harus mampu membuat target yang jelas terkait dengan pengembangan KAMMI ke depannya. Kepemimpinan alternative tidak lahir begitu saja, akan tetapi mereka harus mampu melewati ujian kepemimpianan dalam skala kepemimpinan terkecil. Setidaknya dengan ujian tersebut akan menjadi bekal mereka menuju kepemimpinan nasional. Sebagai ujian awal, beranikah calon ketua umum KAMMI melakukan kontrak politik dengan seluruh jajaran KAMMI seluruh Indonesia untuk menciptakan transparansi kebijakan selama menjabat ketua umum KAMMI? Kita tunggu saja nyali para kandidat!
[Read More...]


KARENA KITA TAK SEMPURNA



KARENA KITA TAK SEMPURNA

“Bagi saya, seribu kawan itu tidak cukup,
tapi satu musuh itu terlalu banyak”.

Apa jadinya jika Tuhan mencipatakan manusia sebagai mahluk yang sempurna?. Boleh jadi manusia menjadi sangat sombong dan bersikap pongah terhadap sesamanya maupun dengan lingkungan sekitarnya. Dalam serba kekuranganpun, banyak manusia yang bersikap sombong dan angkuh. Cukuplah Fir’aun menjadi pelajaran bagi kita. Oleh karena itu, orang bijak bilang no bodys perfect, tak seorangpun yang sempurna. Kita sebagai manusia hanya bisa berusaha untuk mendekati kesempurnaan. Salah dan dosa adalah fithrah manusia. Kita bukan malaikat yang tidak pernah salah dan berlumuran dosa. Untuk itulah Tuhan melengkapi ciptaanNya (manusia) dengan akal dibandingkan dengan mahluknya yang lain. Lebih dari itu, Tuhan memberikan pintu taubatnya bagi siapa saja yang ingin berubah. Lalu, kenapa masih ada saja manusia yang tidak rela memaafkan sesamanya? Bukankah memaafkan sesama adalah jalan yang membukakan pintu maaf kita kepada Tuhan?. Hal ini menjadi menarik, karena Tuhan menyuruh kita untuk memperbaiki hubungan antar sesama manusia (horizontal). Oleh karena itu, jika hubungan horizontal kita baik, maka yakinlah hubungan kita dengan Tuhan (vertikal) akan baik pula.


Dalam hal ini, sayapun berusaha untuk terus memperbaiki hubungan dengan orang lain. Saya pun berusaha sekuat tenaga memperbaiki diri, agar hubungan saya dengan orang lain pun menjadi baik. Introspeksi diri dan bercermin kepada orang lain adalah cara terbaik melihat sisi gelap diri kita. Dalam hal pergaulan, saya selalu berusaha agar bisa diterima oleh semua orang. Berusaha akrab dan ramah dengan siapapun dan darimanapun dia. Bahkan dari latar belakang ideologi yang berbeda sekalipun. Menurut saya, sebagai manusia kita harus memperlakukan siapapun secara manusiawi pula. Karena seribu kawan itu tidak cukup, tapi satu musuh itu terlalu banyak bagi saya.

Terkadang keramahan dan keakraban kita terhadap orang lain menjadi bumerang bagi kita. Apalagi terhadap orang yang telah kita akrabi. Saya pernah punya pengalaman yang tidak mengenakan dengan hal tersebut. Pada prinsipnya saya tidak ingin memperlalukan seseorang secara istimewa. Semua orang yang saya akrabi saya perlakukan sama. Tapi yang terjadi justru sebaliknya, keakraban saya justru ditanggapi lain dan dianggap punya maksud tertentu. Lucunya lagi, ketika saya mencoba menjaga jarak dengannya, saya justru dianggap cuek dan menganggap keakraban yang selama ini terbina itu semu. Padahal kesan seperti itu yang coba saya hindari. Sebagai manusia biasa yang tak sempurna, saya pun punya keterbatasan. Terkadang saya bisa akrab dan senang dengan siapapun, terkadang saya juga bisa bad mood. Saya juga punya privacy yang juga harus dihormati. Inilah yang terkadang orang lupakan. Mereka selalu ingin dimengerti, tetapi tidak pernah mau mengerti orang lain. Haruskah kita menjeneralisir semua orang, lantaran kita punya pengalaman traumatis di masa lalu? Haruskah kita mengambil kesimpulan sepihak tanpa ada ruang dialog sebelumnya. Sehingga semuanya itu bisa menjadi mafhum (faham) dimana letak permasalahannya. Maka menurut saya, jalan terbaik adalah membuka ruang dialog yang seluas-luasnya agar masalah tidak menjadi benih dendam yang tertanam kuat dalam hati kita. Sekali lagi, itu karena kita tidak sempurna.
[Read More...]


LintasBerita.Com, Situs Lintas Pembaca



Awalnya saya penasaran dengan comment salah seorang visitor blog pada recent comment blog saya. Setelah sampai di webnya sambil membaca sejenak, akhirnya saya memutuskan untuk sign up. Nah, kalo kamu punya tulisan yang bermanfaat yang ingin dibaca oleh semua orang (tentunya dengan persetujuan kita), kamu cukup pasang widget (lihat widget di sini). Setelah semuanya selesai maka di akhir tulisan akan ada banner mungil seperti yang tertera pada blog saya yang berdampingan dengan tulisan baca selengkapnya. Karena ini sangat penting, makanya saya copy paste tulisan ini untuk anda. Silahkan dibaca. Ini sangat menarik lho.



Lintas Berita adalah tempat dimana Anda dapat menemukan dan berbagi informasi berita dari segala sumber yang ada di web, mulai dari sumber yang paling terkenal sampai dari sumber yang tidak pernah Anda tahu. Lintas berita akan memunculkan informasi-informasi terbaik yang merupakan hasil voting dari para pembaca. Di Lintas Berita Anda tidak akan dibatasi oleh seorang editor yang memungkinkan memangkas berita secara subyektif, namun disini kami benar-benar menyediakan tempat untuk Anda dapat menentukan sendiri secara kolektif mana informasi berita yang bernilai atau tidak. Lintas Berita akan mengubah cara Anda untuk mendapatkan berita-berita online

Semua informasi berita di Lintas Berita adalah hasil kiriman dari komunitas kami (termasuk Anda). Ketika suatu informasi berita telah terkirim, maka pengunjung lain akan melihat berita itu dan akan memberi point bila mereka suka. Jika informasi yang Anda kirimkan cukup menghebohkan dan menerima cukup point (voting) maka secara otomatis berita Anda berpindah ke halaman depan (Berita Terpilih) dimana halaman depan tersebut akan langsung dilihat oleh jutaan pengunjung lain.

Tidak hanya itu, karena Lintas Berita adalah komunitas untuk berbagi dan menemukan, maka kami menyediakan tempat untuk berdiskusi seputar topik yang ada. Kami akan mempromosikan diskusi-diskusi yang ada dan menyediakan fasilitas-fasilitas bantuan (tools, widget, kontak teman) yang makin memudahkan Anda untuk mendiskusikan seputar topik yang unik dan Anda suka. Dengan selalu mencari dan mendapat informasi yang dari 'kacamata' komunitas orang banyak di Lintas Berita maka Anda akan selalu menemukan hal-hal yang unik dan menarik.

Cara kerja Lintas Berita

Langkah 1

Bila Anda mempunyai berita dari suatu sumber dan ingin berkontribusi ke lintas berita untuk dipilih dan didiskusikan oleh para pembaca lain, maka Anda hanya perlu untuk ke Kontribusi berita baru dan ikuti langkah-langkah yang sangat mudah dimengerti

Langkah 2


Setelah anda kontribusi berita ke Lintas Berita , maka berita Anda tersebut akan berada dalam Halaman Berita Dipertimbangkan

Langkah 3
Jika banyak para anggota yang senang dan merasa berita atau artikel Anda layak untuk ditampilkan, maka para anggota akan memberikan voting kepada berita Anda dan berita Anda akan muncul sebagai berita utama di Halaman depan Lintas Berita. Jika berita yang anda pasang belum tervoting dalam waktu 5 hari maka berita tersebut akan hilang secara otomatis



[Read More...]


SKIZOFRENIA PEMILU RAYA KEMA UNHAS



Gedung rektorat Unhas, Simbol Keangkuhan
Oleh : Aryanto Abidin
Sekum HMI Komisariat Perikanan periode 2002/2003, Aktivis KAMMI Daerah Sulsel, Presiden Partai Lingkar Cendekia (PLC) dan aktif di beberapa UKM

Akhir-akhir ini perdebatan yang selalu mengisi ruang dan waktu kita, adalah perdebatan antara dua kekuatan wacana yang saling mendominasi. Dua kekuatan itu adalah kekuatan yang pro terhadap pembentukan Lema dan yang kontra terhadap pemebentukan Lema.

Keduanya masing-masing punya alasan yang rasional. Bagi saya, perbedaan ini adalah hal yang wajar, karna di sinilah tempatnya (kampus). Tidak usah shock, apalagi sampai panik. Tentu saja kita berharap tidak ada yang kejang-kejang apalagi sampai ‘merah telinganya’, lalu ‘main kayu’.

Perdebatan panjang mengenai sah dan tidak sahnya proses yang terjadi pada pemilu raya Kema Unhas, menemui titik kulminasinya. Hal ini ditandai dengan kemenagan Parati Lingkar Cendekia (PLC) sebagai pemegang suara mayoritas partai yakni 2074 suara, serta terpilihnya kawan Arham secara de facto sebagai Prsiden Lema Unhas. Bagi saya, pemilu raya kali ini bukan skedar mendudukan atau mengusung siapa figure yang akan memimpin lema unhas ke depannya, akan tetapi ada sebuah ruh yang harus tetap dikibarkan dalam kehidupan bermahasiswa kita. Ruh itu adalah fungsi dan peran gerakan mahasiswa dalam mengusung agenda perubahan.

Dalam lingkup keindonesiaan, disadari atau tidak, bahwa peran gerakan mahasiswa sedang mengalami kebingungan serta sedang mencari arah, akan kemana ia akan melangkah. Demikian pula dalam konteks lokal saat ini. Unhas (yang diklaim) sebagai referensi gerakan mahasiswa Indonesia timur, pun belum, mampu menentukan arah, akan kemana ia melangkah. Yang lebih tragis lagi adalah lembaga kemahasiswaan Unhas belum mampu mendefinisikan perannya. Tentu kita tidak ingin lembaga kemahasiswaan hanya menjadi pelengkap penderita di tengah penderitaan yang melanda bangsa ini. Harus ada upaya ke arah yang lebih baik.

BERKACA PADA SEJARAH

Harus diakui, bahwa sejarah kelembagaan mahasiswa Unhas, tidak pernah tumbuh dengan sempurna. Mati dan tumbuh, begitulah ralitasnya (baca juga Identitas awal maret, hal.9). Lembaga kemahasiswaan muncul (boleh jadi) tergantung musim, atau bahkan tergantung kepentingan atau pesanan. Bahkan boleh jadi hari ini kita bicara tentang Lema unhas, esok hari Lema Unhas tidak lagi menjadi pembicaraan yang sexy di sudut-sudut kampus sembari menyeruput kopi panas buatan mace-mace. Hilang bersama hembusan angin.

Ada yang menganggap dibentuknya kembali Lema unhas akan mampu menyatukan gerakan mahasiswa Unhas. Namun tidak jarang pula yang menganggap bedirinya Lema Unhas tidak memberikan jaminan akan mampu menyatukan gerakan mahasiswa Unhas. Tidak berlebihan kiranya, mengingat sejarah kelam Lembaga kemahasiswaan Unhas yang mengalami pasang surut. Selalu mengikuti siklus mati dan tumbuh. Demikian seterusnya.

Kenyataan ini justru memperkuat tesis ketidakmampuan lembaga mahasiswa di tingkat universitas untuk menyatukan gerakan mahasiswa unhas. Terlepas dari itu semua, saya tidak ingin mengintervensi terlalu jauh proses yang telah kita lewati bersama. Bagi saya, lembaga kemahasiswaan di tingkat universitas harus kita munculkan kembali.

Oleh karnannya, perdebatan kita hari ini bukan lagi pada tataran ada atau tidaknya lembaga kemahasiswaan di tingkat universitas. Pembicaraan kita hari ini adalah bagaimana mengawal perjalanan Lema satu tahun ke depan. Dan yang terpenting lagi adalah bagaimana menganalisis akar penyebab mati-tumbuhnya lembaga kemahasiswaan kita. Karna bukan tidak mungkin satu tahun ke depannya Lema (boleh jadi) hilang dari ingatan kolektif kita. Oleh karenanya butuh analisa bersama sampai ke akar-akarnya (root cause analysis), gerangan apa yang menyebabkannya.

SKIZOFRTENIA JELANG PEMILU RAYA DAN PASCA PEMILU RAYA

Dalam definisi psikologi, skizofrenia adalah suatu penyakit kegilaan yang dialami oleh manusia. Suatu penyakit dimana manusia mengalami delusi atau keyakinan yang salah. Janice Jordan, mantan pengidap skizofrenia selama 25 tahun mengatakan, menjadi orang gila adalah menjadi seorang pengembara di sebuah dunia, dimana antara yang nyata dan yang tidak nyata amat sulit dibedakan. Bahkan terkadang menjadi seorang pecundang (Skizofrenia facts, www.bcss.com).

Lalu bagaimana korelasinya dengan pemilu raya mahasiswa?. Jelas, banyak kegilaan yang terjadi dalam pemilu raya Kema unhas. Kita mulai dari pasca pemilu. Ada fenomena menarik yang muncul pasca pemilu raya Kema Unhas. Fenomena tersebut adalah adanya indikasi penolakan (penundaan) hasil pemilu raya. Fenomena ini menarik untuk diperbincangkan. Mengingat orang-orang yang turut bergabung dalam penolakan hasil pemilu ini adalah orang-orang yang selama ini gencar mewacanakan pembentukan Lema. Agak ironis memang. Mereka mulai menyusun kekuatan untuk menolak (menunda) hasil pemilu. Ada apa gerangan?. Bukankah selama ini mereka selalu menggembar gemborkan pembentukan Lema?. Sungguh, ini merupakan suatu kegilaan.

Bagi saya isu penolakan (penundaan) terhadap hasil pemilu ini merupakan isu murahan dari segelintir orang-orang yang tidak bisa menerima kekalahan dalam proses ini. Fenomena ini justru sangat berbanding terbalik dengan kondisi jelang pemilu raya. Semua calon presiden maupun tim dari partai-partai, ramai-ramai menjual isu perbaikan atau penguatan secara kelembagaan. Bahkan hampir semua calon dan partai yang giat melobi salah satu partai yang diprediksikan bakal meraih suara terbanyak, tentu saja dengan menawarkan isu perubahan dan penguatan kelembagaan, temasuk signifikasi pemebentukan Lema.

Kian mendekati (bahkan saat) pemilu, konstelasi politik kampus kian memanas. Tim dari calon presiden tertentu saling melempar isu-isu miring (black campaign). Saling sikut, sikut kiri, sikut kanan. Ada yang mengkaitkan bahwa calon yang ini dekat dengan pejabat "A", calon yang itu dekat dengan pejabat "B". Bahkan ada yang melakukan "politik maling teriak maling". Mengaku "main besih" padahal "main kotor". Bukankah hal tersebut merupakan suatu bentuk kegilaan?.

Yang lebih konyol dan vulgar lagi adalah terdapat salah satu oknum Ketua BEM (atau kita sebut saja dia dengan Mr. "X") yang terindikasi bemain "dua kaki". Oknum ketua BEM ini mencoba "bermain" di dua habitat yang saling berlawanan, yaitu antara kelompok yang menerima proses pemebentukan Lema dan yang menolak proses pembentukan Lema. Di satu sisi berusaha mengawal pembentukan Lema lewat forum silahturahmi antar BEM. Di lain sisi Mr. "X" ini berusaha "mengompor-ngompori" salah satu UKM yang selama ini sangat getol menolak proses pembentukan Lema. Namun, di luar dugaan Mr. "X", UKM yang yang ia kompori tidak sebodoh yang dikira. UKM tersebut sangat mafhum dengan gerak-gerik Mr "X" tersebut.

Akhirnya kita sampai pada kesimpulan akhir, tenyata Mr. X tersebut hanyalah seorang yang oportunis. Seorang yang mencari tempat untuk mengakomodasi kepentingan diri sendiri. Kenyataan ini mengisyaratkan, siapa sebenarnya yang oportunis dan siapa yang idealis. Hal ini juga membuktikan siapa sebernarnya yang terindikasai memiliki syahwat kekuasaan yang paling tinggi dan siapa yang murni bejuang untuk penguatan kelembagaan Unhas.

Fenomena keterlibatan ketua BEM dalam dukung mendukung salah satu calon presiden adalah suatu bentuk kegilaan. Kenyataan ini sangat menyedihkan. Harusnya posisi BEM dalam mengawal proses pemilu raya ini adalah sebagai penjaga nilai dan moral serta etika organisasi. Ketua-ketua BEM tidak boleh (latah) menjadi tim sukses dari salah satu calon presiden. Harusnya Ia bermain pada wilayah kriteria. Seperti apa kriteria presiden Lema yang diinginkan oleh mahasiswa? Atau menawarkan agenda-agenda yang harus dikawal satu tahun ke depannya. Bukan malah sebaliknya, bahkan ada yang rela "mati" untuk sang calon presidennya. Lagi-lagi ini adalah suatu kegilaan di tengah-tengah lingkungan yang rasional.

KPU, ADA APA DENGANMU?

Haruskah KPU Mahasiswa Unhas mengalami nasib yang sama dengan KPU kenegaraan kita? Pertanyaan ini selalau menghias indah dalam cakrawala berpikir saya. Kekhawatiran ini tentunya sangat wajar. Mengingat dua institusi ini memiliki nama dan peran serta fungsi yang sama, hanya saja wilayah keja mereka yang membedakannya. Kalau KPU kenegaraan kita dicacimaki lantaran tidakan anggotan-anggotanya melakukan korupsi.

Maka tidak demikian dengan KPU unhas. Kita tidak menginginkan KPU Unhas menjadi musuh bersama bagi partai-partai dan calon presiden pada pemilu raya. Hal ini disebabkan lantaran terjadi "skandal" penundaan ketetapan secara resmi tentang hasil pemilu kepada partai dan calon independen. Transparansi hasil pemilu adalah bentuk pertanggungjawaban moral kepada seluruh mahasiswa Unhas. Jadi, penundaan pengumuman hasil pemilu berarti penghianatan terhadap seluruh mahasiswa Unhas.

Dalam beberapa kesempatan, KPU sering membuat kesalahan-kesalahan yang justru memicu konflik. Sebut saja kesalahan nama salah satu partai pada lembaran KPU News. Bahkan ada salah satu partai yang tidak (termuat) mendapat tampat khusus dalam lembaran KPU News. Bahkan ada salah satu partai yang tidak tercantum visi dan misi partainya. Namun kemudian diralat sewajarnya. Dalam konteks politik, kesalahan sekecil apapun tidak lantas dimaknai sebagai sebuah khilaf yang biasa-biasa saja, lalu kemudian mencari pembenaran atas khilaf tersebut.

Kesalahan tersebut justru akan dimaknai sebagai trik politik murahan. Hal ini menjadi tanda tanya besar bagi kita, adakah kesalahan tersebut adalah sebuah upaya mematikan potensi partai tertentu?. Apalagi selama ini di internal KPU terjadi perpecahan, lantaran beberapa anggotanya yang terindikasi terlibat dalam dukung mendukung beberapa calon presiden. Hal ini merupakan suatu kesalahan terbesar. Bukankah hal tersebut justru akan mempengaruhi kinerja lembaga yang mereka lakoni?. Entahlah, hanya nurani mereka yang mampu menjawabnya. Sepertinya KPU harus belajar ulang untuk memaknai kearifan, karena fajar karifan telah redup lantaran nurani mereka yang terbelah. Di akhir tulisan ini mari kita berceloteh: KPU, ada apa denganmu?.


[Read More...]


Dilema air hujan, sedia payung sebelum .......................



Hujan yang dinanti dengan penuh kecemasan akhirnya datang juga membawa harapan-harapan yang besar semoga kemarau panjang akhir-akhir ini segera berakhir, mengakhiri pula segala ekses buruk yang menyertainya. Kemiskinan, pengangguran, naiknya harga barang hampir-hampir "membunuh" berbagai segi kehidupan orang Indonesia. Petani-petani yang sebagian besar mengandalkan curah hujan adalah kelompok masyarakat yang paling merasakan dampak dari kekeringan yang berkepanjangan ini. Namun dilemma air hujan ini belum dipahami dengan baik oleh masyarakat dimana pada musim kemarau kita sangat sulit mendapatkan air bersih tetapi giliran musim hujan justru banjir melanda hampir di seluruh wilayah Indonesia antara lain menyebabkan erosi yang berkepanjanganDurasi hujan dan fenomena global perubahan cuaca

Posisi Indonesia di sebelah barat pasifik membuat wilayah ini sangat dipengaruhi oleh fenomena global El-Nino dan La-Nina di lautan pasifik. Fenomena alam el-nino yang dipengaruhi oleh tekanan dan kecepatan arus angin dipasifik sangat mempengaruhi terbentuknya awan hujan diwilayah barat pasifik. fenomena yang oleh seorang ilmuwan Inggris Sir Robert Walker dinamakan ENSO (El-nino Southern Oscillation) pada kondisi hi-index di pasifik angin yang bertiup kearah barat sangat kuat menggiring awan hujan ke arah barat. Pada kondisi seperti ini hujan di wilayah Indonesia, Australia dan sebagian besar Asia tenggara bisa diharapkan untuk turun sangat lebat. Sebaliknya pada kondisi low-index angin yang dari arah pasifik bertiup kurang kencang kearah barat pasifik sehingga kurang mampu membawa awan hujan kearah barat pasifik, sehingga musim kering yang panjang akan terjadi di wilayah barat pasifik, sedangkan wilayah timur pasifik terutama wilayah amerika selatan memperoleh curah hujan yang cukup tinggi.

Belum pernah ada kejadian el-nino yang sama persis, yang terburuk pernah terjadi pada el-nino tahun 1982-1983, kondisi yang sulit diprediksi ini tentunya karena belum ada metode yang secara gamblang dapat memperkirakan bagaimana perubahan tahunan di pasifik berpengaruh terhadap pola perubahan iklim di wilayah yang mengelilinginya, walaupun telah di ketahui bahwa pola global cuaca dan iklim itu di pengaruhi oleh perubahan di seluruh belahan bumi.

Secara mikro, dampak dari fenomena ini sering dirasakan di wilayah Indonesia seperti kebakaran hutan dalam skala besar atau musim kering yang panjang, tetapi kondisi sebenarnya kurang diperhitungkan, terutama dalam perencanaan pertanian. Di negara-negara tetangga kondisi ini sangat penting dalam perencanaan pertanian dan pola tanam tahunan, contohnya Australia yang mengandalkan pertanian yang berskala besar kondisi ini sangat penting dalam merencanakan pola tanam dan investasi di bidang pertanian. Ketika musim el-nino, petani disarankan untuk menanam dalam jumlah yang tidak terlalu besar mengingat persediaan air yang akan berkurang

Wilayah Indonesia terus menerus mengalami penggundulan hutan dalam skala yang cukup besar. Banjir bandang yang terjadi di Lombok pun adalah akibat dari penebangan liar pada kawasan lindung di lereng gunung Rinjani. Data pada kantor cabang dinas kehutanan kebupaten Bima kehilangan hutan diwilayah Bima cukup signifikan hingga tidak heran jika ketika hujan mulai turun air sungai pun langsung berwarna coklat.

Kenapa kondisi ini menjadi penting?, wilayah Nusa Tenggara dengan bentuk pulau yang ramping dan panjang mempunyai daerah aliran sungai yang pendek dengan sungai – sungai yang pendek dan kecil. Hilangnya hutan secara ekologis sangat mempengaruhi intersepsi hujan oleh hutan dimana uap air yang terbawa oleh angin tidak bisa dimanfaatkan baik untuk hutan itu sendiri maupun untuk menurunkan suhu udara di sekitarnya. Peran lain yang sangat vital dari hutan yaitu dalam hal menyimpan air tanah, hilangnya hutan sangat berpengaruh pada kecepatan aliran permukaan sehingga air hujan akan langsung mengalir ke laut membawa lumpur karena permukaan tanah tidak tertutup oleh pohon-pohon, rumput dan sampah – sampah organik. Air tanah yang idealnya dapat di manfaatkan untuk jangka panjang kini sudah sangat berkurang terbukti dengan semakin sulitnya memperoleh air dan sumur-sumur yang semakin dalam sebagian besar wilayah Bima.

Dampak Sosial Untuk sebagian besar pertanian tadah hujan di kabupaten Bima, kondisi seperti ini merupakan akar dari segala persoalan yang mana turunnya produktifitas lahan bukan saja berakibat pada turunnya hasil produksi pertanian tetapi juga membawa dampak social yang cukup signifikan. Penduduk desa semakin rentan terhadap ekploitasi para rentenir yang mengambil keuntungan pada waktu panen gagal. Tidak ada alternatif lain untuk hidup membuat sejumlah besar pendudukpun meninggalkan kampung halaman menuju Kalimantan atau Malaysia tentunya menjadi tenaga kerja ilegal yang kerap di tipu atau dijual oleh calo tenaga kerja. Musim kemarau yang berdebu pun membawa penyakit yang cukup membuat miris. Dimusim kemarau anak – anak di sebagian besar wilayah Bima menderita batuk pilek. Penyakit- penyakit yang kurang di anggap penting ini sebenarnya secara langsung maupun tidak langsung adalah penyebab dari turunnya daya tahan tubuh, pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan anak. Dilain pihak musim hujan juga cukup berdampak buruk bagi lingkungan hidup. Ini dapat dilihat ketika hujan muali turun mulailah pula banjir berkepanjangan di beberapa sungai di daerah ini. Ini tentu saja karena hutan tidak mampu lagi menahan air hujan hingga aliran permukaan langsung membawa air hujan beserta lumpur dan bahan – bahan organik lainnya ke pantai. Pantai menjadi tertimbun lumpur, kurang indah dan tidak produktif. Lingkaran ini tidak akan pernah putus kalau dibiarkan terus seperti ini, kecuali semua pihak pertekad untuk bekerja sama agar Bima di masa depan adalah kawasan yang layak huni, sehat ddan berwawasan lingkungan. Hal ini tentu saja bukan pekerjaan yang mudah, tetapi komitmen untuk memanfaatkan segala sumber daya untuk kemajuan bersama secara adil dan jujur perlu di kedepankan untuk kepentingan bersama. Tulisan ini hanyalah untuk membuka wawasan kita bersama bahwa dihadapan kita ada masalah besar yang tidak boleh dibiarkan berlanjut seperti ini, pada bagian selanjutnya akan dibahas bagaimana pola kepemilikan tanah (properti ownership) berpengaruh terhadap pola pemanfaatan hutan di kabupaten Bima. Tentunya kritik, saran dan tanggapan-tanggapan sangat kami terima demi memperkaya wacana ini. salam, semoga bermanfaat
[Read More...]


Popular Posts

Popular Posts Widget
 

Categories

Artikel (25) Info Sehat (3) International (5) Internet (8) Islam (3) Keindonesiaan (3) Kemahasiswaan (3) Resensi (1) Tips (8) Tips menulis (2) Zionis (3) berita (2) blog (2) celoteh (5) olahraga (5) politik (15)

Recent Comments

Stay Connected

http://www.text-link-ads.com/xml_blogger.php?inventory_key=L6TKZHMZ15BNNYYQULG7&feed;=2

About Me

My Photo
aryantoabidin
Welcome to my blog. Aryanto Abidin. That is my original name, while cyber name for this blog. I just ordinary people who are learning to read and understand the existence and I think about indonesiaan.
View my complete profile

Popular Posts

Return to top of page Copyright © 2010 | Platinum Theme Converted into Blogger Template by HackTutors