Klinsmann dan Kontroversi Sepak Bola Jerman



Oleh Aryanto Abidin
Penulis adalah Peminat dan Penikmat Sepak Bola serta Pendukung Jerman, Staf Kebijakan Publik KAMMI Daerah Sulsel

Piala dunia 2006 ini boleh jadi merupakan ujian terberat bagi Jurgen Klinsmann. Betapa tidak, Sejak dipercaya menangani timnas Jerman sejak tahun 2004 lalu, Jurgen Klinsmann dikritik oleh publiknya sendiri.
Pelatih Jerman, Jurgen Klinsmann

Bahkan Klinsmann menjadi bulan-bulanan pers Jerman dengan mengatakan Klinsmann tidak pantas melatih tim Jerman. Klinsmann tidak memiliki pengalaman melatih sedikitpun. Dia (Klinsmann) hanya bermodalkan keberhasilannya membawa Jerman menjuarai piala dunia di Italia tahun 1990. Kala itu, Klinsmann menjadi kapten tim yang dijuluki sebagai tim Panser itu.

Kontroversi tidak hanya samapi di situ. Publik Jerman mengkritik Klinsmann, lantaran membangku cadangkan kipper senior dan berpengalaman Oliver Khan. Klinsmann tentu punya alasan tersendiri untuk itu. Kontroversi lain adalah Klinsmann memasukan mantan pelatih hoki dalam daftar jajaran pelatih timnas Jerman. Kebijakan kontroversi Klinsmann ini membuat berang pers Jerman dan menuding Klinsmann tak mampu melatih dengan baik. Tidak hanya itu, Kebijakan Klinsmann lagi-lagi menuai kritik. Bukan Klinsmann kalau tidak kontroversi. Klinsmann menggunakan psikolog dari universitas ternama di Jerman untuk menangani permasalahan psikologi timnya. Tim Jerman diharuskan untuk terapi psikologi. Ballack dkk diisolasi dari keramaian. Klinsmann memilih tempat latihan di Berlin dan memilih tempat yang kondusif serta berudara bagus. Berlin adalah kota tempat laga final piala dunia.

Terakhir, bukan Klinsmann kalau tidak membuat kontroversi. Sejak dipercaya untuk menangani timnas Jerman, Klinsmann dituntut memeberikan perhatian yang lebih terhadap tim asuhannya. Saat terpilih menangani timnas Jerman, Klinsmann bermukim di Amerika. Saat itulah, Jerman mendapat kritikan yang sangat pedas dari pers dan publiknya sendiri. Klinsmann tidak ingin menetap di Jerman, Ia lebih memilih bolak balik Jerman dan mengurusi keluarganya. Demikian sorotan pers Jerman

Pembuktian Buat Klinsman

Kekhawatiran publik dan pers Jerman menjadi wajar. Hal inidisebabkan lantaran Klinsmann tidak punya pengalaman sebagai pelatih tim nasional secuilpun. Jangankan tim nasional, tim lokal atau tim junior sekalipun, sama sekali tak pernah disentuh oleh Klinsmann. Namun tangan dingin Klinsmann membuahkan hasil yang indah. Di bawah asuhannya, Jerman menang berturut-turut mulai dari babak penyisihan hingga babak delapan besar yang membuat tim raksasa Argentina tumbang. Kekalahan ini sekaligus membungkam serta membuat nangis supporter dan publik Argentina. Sebaliknya supporter dan publik Jerman merayakan kemenangan indah atas Argentina. Jerman mengubur ambisi Argentina untuk balas dendam atas kekalahan mereka 1-0 di final piala Dunia tahun 1990 lalu di Italia. Kini Klinsmann telah menepis kekhawatiran public dan pers Jerman atas ketidakmampuan dirinya. Klinsmann telah banyak melakukan revolusi atas gaya permainan sepak bola Jerman. Jerman yang biasanya bermain bertahan dan terlambat panas, kini menjadi tim yang sangar dan haus gol. Di bawah asuhan Klinsmann, permainan menyerang menjadi ciri khas Jerman. Keberhasilan Klinsman melakukan revolusi besar-besaran terhadap sepak bola Jerman, sekaligus menjawab keragu-raguan publik dan pers Jerman apakah jerman harus bermain bertahan atau menyerang, ataukah Jerman harus meninggalkan model permainan copy paste dari text book. Kini Klinsmann telah menjawab keragu-raguan itu. Klinsmann mulai mendapat tempat yang layak di hati publiknya sendiri. Setidaknya itu dibuktikan saat Jerman lolos pada laga partai delapan besar.

Kado terindah

Jika sekiranya Klinsmann mampu membawa Jerman untuk merebut kembali gelar juara dunia keempat kalinya, maka ini adalah kado terindah untuk Klismann dan kado terindah untuk Jerman. Harapan itu sah-sah saja bagi siapapun, demikian juga dengan Klinsmann maupun pendukung Jerman. Klinsman akan mencatatkan diri sebagai pelatih yang tidak memiliki pengalaman melatih namun mampu membawa Jerman menjuarai piala dunia 2006. Klinsmann telah mencatatkan dirinya sebagai pelatih termuda sepanjang sejarah piala dunia. Klinsmann telah menjadi fenomena sepak bola dunia. Banyak mata menyaksikan startegi dan taktik pelatih bertangan dingin ini. Bahkan pelatih berpengalaman sekelas Jose Pakerman pun luluh dengan strategi Klinsmann. Kini Klinsmann menjadi pusat perhatian sepak bola dunia. Bahkan Negara besar seperti Amerika siap mengontrak Klinsmann untuk melatih tim Paman Sam itu. Karir Klinsmann benar-benar mujur. Bahkan kepopuleran Klinsmann mampu menandingi sang Kaisar Bola Jerman Frank Bekenbouer yang kini menjadi presiden FIFA. Congratulations untuk Klinsmann. “Selamat Berjuang Klins!”.

[Read More...]


Jerman “Tak Terkalahkan”, Argentina, don't Cry!



Oleh Aryanto Abidin
Penulis adalah Peminat dan Penikmat Bola serta Pendukung Jerman
Staf Kebijakan Publik KAMMI Daerah Sulsel

Stadion Olimpic Berlin menjadi saksi sejarah atas keperkasaan tim Panser Kali ini babak Perempat final (Sabtu 30/06/06 pukul 22 WIB), Jerman menekuk salah satu favorit tim juara piala dunia 2006, Argentina. Jerman dan Argentina selama 90 menit bermain imbang dengan skor 1-1. Setelah perpanjangan waktu selama 2x15 menit, kedudukan tetap berimbang 1-1. Wasit yang memipin pertandinganpun meniup peluit panjang, pertanda perpanjangan waktu 30 menit telah usai. Jerman dan Argentina harus ngotot dalam adu pinalti. Sayang, Argentina harus menelan pil pahit, Jerman terlalu cerdas untuk persoalan tendangan pinalti. Borowski menyarangkan gol keempat. Dengan demikian Jerman menang dengan skor 4-2.

Mental baja

Ketinggalan 1-0, tidak membuat anak-anak asuhan Jurgen Klinsmann patah semangat. Tim yang dipimpin oleh Michael Ballack ini justru bermain ngotot. Selama pertandingan babak pertama, Jerman dan Argentina bermain tanpa gol hingga turun minum. Setelah memasuki babak kedua, Argentina tampil agresif. Di menit-menit awal babak kedua, Argentina lebih dulu menyarangkan si kulit bundar ke gawang Lehman lewat tendangan pojok Requelme. Tendangan pojok tersebut diselesaikan dengan indah oleh pemain asal club Valencia Roberto Ayala, tepat pada menit ke-49, yang naik membantu Crespo. Ayala lepas dari pengawalan ketat pemain belakang Jerman yang justru mengawal ketat striker mematikan asal club Chelsea, Hernan Crespo. Jerman tertipu!. Pemain belakang Jerman Philip Lahm, Per Mertesacker, Cristoph Metzelder dan Arne Friedrich gagal menghalau gerakan Ayala yang sangat lihai.

Kebobolan satu gol, tidak lantas membuat Ballack dan teman-temannya larut dalam beban kekalahan. Bagi tim Jerman, selama peluit panjang belum berbunyi, maka tidak ada alasan bagi jerman untuk berhenti menyerang atau bermain bertahan jika dalam kondisi unggul. Layaknya singa yang terluka, jerman tampil dengan permainan yang sangat cepat dan pola serangan balik yang cukup merepotkan barisan pertahanan Argtentina. Bagi Klinsmann, tertinggal satu gol, membuatnya harus memasukan gelandang pendobrak Odonkor. Hal ini dimaksudkan guna mendobrak pertahanan rapat Argentina yang dikawal Juan Sorin. Serangan demi serangan dilancarkan oleh Jerman. Namun tak satupun gol tercipta. Ujung tombak Jerman Miroslav Klose dan Lukas Podolski tidak bisa berbuat banyak ketika berhadapan dengan barisan pertahan Argentina yang dikawal oleh Juan Sorin dkk. Juan Sorin, Roberto Ayala, Leandro Cufre dan Gabriele Heinze terlalu tangguh untuk dilewati oleh Klose dan Podolski.

Sadar bahwa permainan kaki sulit menembus pertahanan Argentina yang sangat rapat dan disiplin, maka Ballack pun memutar otak untuk menembus pertahanan Argentina. Sebelumnya, berkat kecerdikan Klinsmann yang menarik Bastian Schweinsteiger dan menggantikannya dengan Tim Borowski. Borowski turut andil atas lahirnya gol jerman oleh Klose. Seperti diketahui, Gol-gol yang diciptakan oleh anak asuhan Klinsmann selalu dibangun lewat sayap kiri lapangan. Sang pengatur serangan (playmaker), Ballack mulai membangun serangan dari sayap kiri lapangan. Umpan lambung Ballack disambut dengan kepala oleh Tim Browski untuk kemudian diumpan ke Klose. Duet kepala Borowski dan Klose ini mampu diselesaikan dengan indah lewat “kepala maut” sang maestro gol Jerman. Miroslav Klose. Jerman menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit ke-80. Meskipun kedudukan berimbang kedua tim tetap bermain ngotot ntuk saling mengugguli. (baca juga kLinkLinkwww.kompas.co.idompas)

Jerman dan Argentina saling menyerang. Sayang Usaha kedua tim untuk saling mengungguli dalam waktu 90 menit tidak membuahka hasil. Hingga akhirnya kedua tim harus memainkan permainan pada babak pertambahan waktu 2 x 15 menit. Lagi-lagi kedua tim tidak mampu memecahkan kebuntuan akibat skor imbang 1-1. Wasit pun meniup peluit panjang pertanda permainan perpanjangan waktu 30 menit telah usai. Jerman dan Argentina akhirnya harus adu pinalti untuk membuktikan siapa yang terbaik diantara keduanya. Jerman akhirnya memecah kebuntuan atas skor imbang 1-1 melalui adu pinalti dengan skor kemenangan Jerman 4-2. Jerman Menang lagi!. Jerman akan berhadapan dengan si “kunci grendel” Italia, yang berhasil menaklukan Ukraina 3-0 pada sabtu dini hari tadi.

Tak Terkalahkan

Piala dunia kali ini (2006), boleh jadi merupakan piala dunia yang tidak pernah terlupakan oleh publik dan penikmat sepak bola Jerman. Penampilan Jerman yang tidak pernah kalah dari tim lain selama pertandingan penyisihan hingga delapan besar, membuat publik jerman menyaksikan sendiri ketangguhan Tim kesayangannya. Sepanjang sejarah piala dunia, Jerman selalu kalah lebih awal atau bermain seri. Namun pada piala dunia kali ini, Jerman betul-betul tampil menawan. Jerman tak terkalahkan sejak babak penyisihan grup hingga menyingkirkan Argentina di babak delapan besar.

Penampilan menawan anak-anak asuhan Klinsmann, mampu membangkitkan kepercayaan publik atas pelatih Klinsmann. Klinsmann yang sebelumnya banyak diserang oleh pers Jerman, lantaran menjadi pelatih tidak pernah memiliki pengalaman melatih. Michael Ballack dkk, mampu membawa Jerman menggapai tangga Semifinal. Kemenangan berturut-turut Jerman sejak babak penyisihan grup hingga babak delapan besar, membuat Jerman yakin akan mampu merebut kembali gelar juara dunia untuk keempat kalinya. Sejak pertandingan pembuka piala dunia tanggal 9 Juni lalu, Jerman membuktikan diri sebagai yang terbaik. Jerman mengalahkan Kostarika dengan skor 4-2. Dengan penampilan cemerlang ini, sekaligus memberikan isyarat bagi tim lain akan keperkasaan Jerman. Laga awal ini sekaligus mencatatkan permainan kedua tim sebagai laga gol terbanyak pada partai pembuka piala dunia yakni 6 gol sepanjang piala dunia sejak tahun 1930.

Di partai penyisihan grup A, setelah melumat Kosta Rika dengan skor 4-2, jerman menaklukan Polandia dengan skor tipis 1-0. Pada pertandingan ketiga babak penyisihan grup melawan Ekuador, Jerman kembali menampakan dirinya sebagai tim yang bermental juara Jerman menekuk Ekuador dengan skor telak, 3-0 untuk kemenangan Jerman. Jerman melaju ke babak enambelas besar dengan menyandang gelar juara grup A. Pada babak enambelas besar ini, jerman meladeni runner up grup B Swedia. Pertandingan melawan Swedia adalah pertarungan hidup mati bagi Jerman. Jerman harus mengalahkan Swedia jika tidak ingin tersingkir lebih awal. Ballack pun menunjukan kematangan timnya dengan menekuk Swedia, 2-0 untuk kemenangan Jerman. Mengalahkan Swedia di babak enambelas besar membuat Jerman terus melaju ke babak delapan besar. Di babak delapan besar inlah Jerman menundukan Argentina lewat adu pinalti dengan skor 4-2. Sekedar diketahui, bahwa Jerman memiliki sejarah tidak pernah terkalahkan dalam hal adu pinalti. Pemain Jerman memiliki kemampuan eksekusi yang baik ketika harus adu pinalti. Sekali lagi, Jerman tak terkalahkan untuk persoalan adu pinalti.

Kekalahan Menyakitkan

Kekalahan menyakitkan!. Mungkin inilah kata yang patut kita lontarkan atas kekalahan tim Argentina dari tim Panser Jerman. Betapa tidak, pertandingan yang layak kita sebut sebagai pertandingan laga final ini, didominasi oleh Argentina. Bahkan Argentina lebih dulu menyarangkan bola ke gawang Jerman yang dijaga oleh Jens Lehman. Unggul satu gol membuat pelatih Argentina Jose Pakerman (56) sesumbar. Lewat keputusan kontroversial dengan mengganti gelandang menyerang Juan Roman Requelmi dengan dengan penyerang muda Cruz. Tidak sampai di situ, Pakerman mengambil keputusan yang tidak populis yakni dengan mengganti Hernan Crespo dengan Esteban Cambiasso. Padahal Hernan Crespo dan Requelme merupakan pilar penyerang Argentina guna menambah pundit golnya. Inilah awal kekalahan Argtentina. Jerman yang sebelumnya juga sudah diperkuat gelandang menyerang Odonkor menggantikan Bastian Schweinsteiger membuat serangan Jerman lebih hidup. Jermanpun menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit ke-80.

Kekalahan ini sekaligus menguburkan ambisi Argentina untuk membalas dendam atas kekalahan yang menyakitkan 1-0 lewat hadiah pinalti di Roma Italia pada tahun 1990. Waktu itu Jerman dan Argentina sama-sama maju di babak Final. Pada waktu itu, bagi Jerman pertandingan Final tahun 1990 di Italia merupakan pertandingan balas dendam atas kekalahan mereka di Piala dunia di Mexico tahun 1986 dengan skor 3-2 untuk kemenangan Argentina. Pada piala dunia 1990, Jerman (pada waktu itu Jerman Barat) mengalahkan Argentina dengan skor tipis 1-0 untuk kemenangan Jerman. Jerman pun membawa pulang gelar juara dunia untuk ketiga kalinya. Saat itu, Jurgen Klinsmann sebagai kapten keseblasan Jerman. Bermodalkan keberhasilannya itulah Ia ditunjuk oleh federasi sepak bola Jerman sebagai pelatih tim nasional Jerman sejak tahun 2004 lalu.

Don’t Cry, Argentina!

Kekalahan memang menyakitkan. Apalagi untuk tim besar seperti Argentina. Negara yang rata-rata memiliki pemain yang mempunyai bakat alam bermain bola itu, harus takluk di tangan Jerman yang baru belakangan mengenal sepak bola lewat text book. Kekalahan Argentina membuat supporter dan publik Argentina berderai air mata. Bahkan di akhir pertandingan, beban psikologis tidak bisa ditepis oleh anak asuhan Jose Pakerman. Pemain Argentina menyerang official tim Jerman. Peristiwa itu dipicu oleh ketidak mampiuan mereka menerima kekalahan. Apapaun hasilnya, ini adalah sebuah permainan. Kalah menang hanyalah konsekwensi dari setiap pertandingan. Tentu kita berharap Argentina bersikap jantan. Semoga public Argentina tidak menangisi timnya seperti mereka menangisi kematian presiden wanita mereka yang dekat dengan rakyatnya, Evita Peron. Kita tidak ingin roh Evita Peron bangkit lagi, untuk kemudian mengatakan: “Don’t cry for me Argentina”. Untuk itu, buat pendukung Argentina, (sekali lagi) ini hanyalah permainan. So, don’t cry, Argentina!. Its just a game, you now!.

[Read More...]


Jerman Tampil Sangar, Kosta Rika Ngotot



Oleh: Aryanto Abidin
Penikmat Bola


Stadion sepak bola Munchen menjadi saksi keperkasaan jerman atas Kosta Rika, pada pertandingan partai pembuka piala dunia. Di hadapan 60.000 penonton, Jerman membuktikan ketangguhannya atas Kosta Rika dengan skor 4-2. Dim menit-menit awal, Jerman memperlihatkan permainan cepat, serta umpan yang terarah dari kaki ke kaki. Hampir tidak ada bola yang terlepas percuma. Semua pemain memainkan peran dan berada pada posisi masing-masing. Walhasil, di menit ke enam babak pertama, Jerman unggul lebih duluan. Philip Lahm berhasil menggetarkan jala gawang Kosta Rica, sehingga memaksa Jos Francisco Porras memungut bola dari gawangnnya.

Gol pertama ini diperoleh jerman lewat tendangan keras Philip Lahm dari sisi kanan pertahanan Kosta Rika. Bola meluncur keras meneyentuh tiang gawang sisi kiri kiper. Sungguh permainan yang mengagumkan. Di menit-menit awal Jerman memperlihatkan permainan yang cepat dan rapi. Enam menit kemudian Kosta Rica brhasil menyamakan kedudukan melalui kaki Paulo Wanchope. Skor 1-1, tidak membuat Jerman menghentikan serangannya ke daerah pertahan Kosta Rica. Kerja kras dan prmainan yang rapi akhirnya membuahkan hasil. Menit ke-17 Jerman kembali menambah keunggulannya lewat kaki Miroslav Klose. Klose memperbesar keungulan Jerman pada menit ke-61. Tertinggal 3-1 justru tidak membuat Kosta Rika menurunkan tempo permainannya. Kosta Rika yang tampil ngotot, justru membuat gebrakan dengan serangan balik dan permainan yang cepat pula. Kosta Rica akhirnya mampu memperkecil kekalahan menjadi 3-2 pada menit-73. Gol kedua Kosta Rica ini lagi-lagi tercipta melalui striker tunggal Paulo Wanchope. Wanchope brhasil menyarangkan dua gol ke gawang Lehman.

Unggul 3-2, tidak membuat tim asuhan Jurgen Klinshman ini ongkang kaki. Penampilannya yang sangar dan haus gol membuat tim yang dijuluki “Der Panzer” ini meningkatkan tempo permainan. Serangan yang yang bertubi-tubi, akhirnya membuahkan hasil. Di menit ke 86 gol cantik trcipta lwat kaki Torsten Frings. Gol cantik ini dihasilkan dari tendangan jarak jauh Frings dari luar kotak pinalti. Tendangan keras tersebut tidak mampu dihalau oleh Porras. Untuk keskian kalinya, Porras harus rela memungut bola di daerah gawanngya. Tertinggal 4-2 tidak membuat Kosta Rica tidak menyerah begitu saja. Kosta Rica tetap melancakan serangan ke daerah pertahanan Kosta Rica, dan sempat membuat barisan pertahanan Jerman sedikit Panik. Namun hal itu bisa diatasi oleh barisan pertahanan Jerman.

Jerman memang terkenal dengan tndangan jarak jauh keras serta terarah. Terbukti, beberapa kali pemain Jerman melakukan tendangan jarak jauh yang sangat keras. Beruntung Kosta Rika memiliki penjaga gawang yang tangguh. Hal ini justru berbanding terbalik dengan Jerman. Lehman Kebobolan dua bola. Hal ini menunjukan lemahnya daerah pertahanan Jerman serta kurang sigapnya Lehman dalam mengantisipasi bola yang datang dari arah Kosta Rika. Pertandingan pembuka ini menjadi pertandingan yang bersejarah spanjang sejarah piala dunia sejak diadakan pertama kali pada tahun 1930 di Uruguay. Skor gol terbanyak pada pertandingan pembuka diperoleh pada pertandingan antara Jerman dan Kosta Rika yakni enam gol (4-2). Sementara di pertandingan pila dunia pertama antara Prancis dan Mexico yakni lima gol atau dengan skor 4-1 untuk kemenangan Prancis. Maka tak salah, jika Jerman menjadi salah satu andalan saya. Hanya saja Jerman perlu memperbaiki bnteng pertahanannya. Seharusnya Jerman tak layak kebobolan dua gol. Di sisi lain, penjaga gawang jerman, Lehman belum tampil maksimal. Tidak sperti Kiper Oliver Khan yang tampil ngotot dan memukau, serta berani mengambil bola pada kondisi yang riskan. Hanya saja Ia dibangku cadangkan. Oleh karenannya, pada partai selanjutnya, Klinsman harus menurunkan Kiper Oliver Khan untuk mempertahankan gawangnya. Dicadangkannya Ballack juga sdikit berpengaruh terhadap penampilan Jerman. Namun kehadirannya untuk merumput, tentu sangat diharapkan. Sekali lagi, tak salah jika saya menjagokan Jerman. Saya tidak menargetkan Jerman lolos ke putaran final. Masuk permpat final aja sudah bagus untuk Jerman. Saya juga menjagokan Italia. Saya Memperediksikan Italia akan melaju hingga ke babak final. Terus bejuang Jerman dan Italia.

[Read More...]


Menulis itu "Sexy" (Obat Kuat untuk Calon Manusia Indonesia Seutuhnya)



Jika kamu ingin hidup melampaui usiamu, maka menulislah

[.............]

Bila mulut dibungkam, maka pena harus bicara

[Semboyan wartawan]


Kalau pada saya ditanya, hal apakah yang tidak disukai?, maka saya dengan tegas akan menjawab: membaca. Lalu apalagi? Maka saya akan menjawab lagi: menulis. Sebegitu parahkah saya? Atau mungkin juga anda. Oh...!, tunggu dulu. Itu dulu, waktu saya masih anak sekolahan. Sejak SMP dan SMA, saya paling tidak suka yang namanya mengarang. Tapi karna tuntutan nilai, maka sayapun ”terpaksa” atau lebih tepatnya pura-pura suka terhadap mata pelajaran mengarang. Sebab, kalu tidak, maka nilai bahasa Indonesia saya akan berpengaruh. Bisa-bisa terancam nilai merah. Dalam setiap ujian, mengarang memiliki bobot nilai yang paling tinggi. Namun anehnya, ketika saya memulai mengarang, kata-kata dalam pikiran saya begitu mengalir di atas krtas ujian. Bahkan tak jarang saya harus meminta tambahan kertas ujian.

Semenjak masih sekolahan, saya adalah orang yang sangat jarang sekali membaca, apalagi membaca buku-buku sastra (novel, cerpen dan puisi). Bagi saya, buku-buku tersebut adalah karya picisan. Saya lebih suka terhadap mata pelajaran yang sifatnya analitik. Kini, semuanya telah berubah. Saya begitu suka dengan menulis dan kagum terhadap orang-orang yang suka menulis. Apalagi tulisannya dimuat di koran-koran. Nah, mungkin tulisan ini setidaknya mengajak anda untuk sedikit mencintai tentang dunia kepenulisan. Apa dan bagaimana sih menulis itu? Sulitkah menulis itu? Dan kenapa sih kita harus menulis?. Jawabannya sederhana, pelototi trus tulisan ini hingga lembaran terakhir. Ditanggung nggak rugi kok.

Kenapa harus menulis?

Scripta manent, verba volant. Kurang lebih berarti: yang tertulis akan abadi, yang terucap akan lenyap bersama hembusan angin. Itulah ungkapan seorang filosof yang namanya telah hilang dari memori otak saya. Bukan karena sengaja saya melupakannya, tetapi mungkin saja otak saya lagi hang (Maklum pentium jaman onta). Setidaknya kalimat inilah yan memotivasi saya untuk menggerakan jari jemari saya di atas papan keyboard komputer, sekedar berceloteh tentang keresahan. Maka tidak heran seorang penulis buku best seller Berani Gagal, Billi PS Linn, mengatakan bahwa Ia tidak ingin mati begitu saja. Kemudian menjadi jasad organik setelah ditanamkan dalam tanah, tanpa mewariskan sesuatu. Dan warisan itu adalah karya tulis. Maka lahirlah buku dahsyat yang berjudul (sekali lagi) Berani Gagal, yang diterjemahkan lebih dari 30 bahasa.

Suatu waktu teman saya pernah mengatakan, juka kamu ingin hidup melampaui usiamu, maka menulislah. Kalimat tersebut seolah tak mau lepas dari ingatan saya. Saya berusaha ubtuk belajar menulis. Layaknya anak kecil yang baru belajar berjalan; jatuh dan jatuh, lalu bangun lagi.

Kenapa harus menulis? Buat apa menulis?. Mungkin pertanyaan-pertanyaan ini akan memburu kita tatkala sedang memulai menulis. Pertanyaan-pertanyaan tersebut seolah menjadi pembenaran akan ketidak mampuan kita untuk menuangkan ide dan pikiran kita dalam bentuk tulisan. Ada beberapa hal yang mengharuskan kita kenapa harus menulis. Pertama, menulis adalah tradisi intelektual. Sebagai mahasiswa maka menulis adalah suatu keharusan. Menulis adalah cara yang ampuh untuk melatih kembali daya ingat kita. Alangkah sia-sianya kita yang setiap hari berkutat dengan berbagai macam teori, dari teori A sampai teori Z, kemudian tidak mampu menumpahkan kembali dalam bentuk tulisan. Ilmu itu ibarat binatang buruan, membaca adalah senjatanya dan menulis adalah pengikatnya, demikian kata para ulama.

Kedua, menulis itu membebaskan. Tak sdikit orang yang menumpahkan masalah kesehariannya dengan menuliskannya dalam diary pribadi mereka. Hal tersebut mereka lakukan untuk melampiaskan apa yang mereka rasakan. setelah itu mereka cukup tenang karena tlah menumpahkannya lewat tulisan. Tak jarang dari buku catatan harian mereka banyak diterbitkan oleh penerbit buku. Soe Hoek Gie misalnya, dengan bukunya yang diberi judul Catatan Harian Seorang Demonstran (CHSD). Buku ini menjadi literatur sejarah dan menjadi saksi atas kesuraman rejim orde lama. Pendiri Ikhwanul Muslimin Hasan Al banna, dengan buku yang diberi judul Memoar Hasan Al banna dan Risalah Pergerakan. Buku tersebut menjadi inspirasi bagi jamaah Ikhwanul Muslimin untuk tetap berkomitmen terhadap islam. Bung Karno dengan karya monumentalnya Di Bawah Bendera Revolusi

Ketiga, menulis merupakan alat perlawanan. Sejarah banyak mencatat mereka yang melakukan perlawanan dengan bersenjatakan pena. Yusuf Qardhawi misalnya, karena dilarang berceramah lewat mimbar, maka Ia pun mengalihkan ceramahnya lewat tulisan, maka lahirlah karya monumentalnya Al Halal Wa Haram Fi Al Islam (Halal dan haram dalam Islam). Lain lagi dengan Muhammad Quthub. Ia melahirkan karya monumentalnya yang berjudul Fii Dhilalil Qur’an (Di bawah Naungan Al-Qur’an) di balik jeruji besi (penjara). Demikian juga almarhum Pramudiya Ananta Tour (PAT), buku-bukunya lebih banyak lahir di balik jeruji besi. Pada masa orde baru, buku-bukunya diharamkan beredar di indonesia. Namun tak sedikit anak-anak muda dan aktivis mahasiswa yang secara sembunyi-sembunyi membaca bukunya. Tan Malaka dengan Madilog nya (Matrialisme, Dialetika dan Logika) juga lahir dibalik jeruji besi (penjara).

Keempat, Manfaat benefit dan Profit. Tidak dapat dipungkiri, menulis memberikan manfaat yang sangat besar bagi si penulis. Manfaat tersebut adalah manfaat benfit atau ketenaran. Sadar atau tidak sadar, suka atau tidak suka, seseorang yang tulisan-tulisannya dimuat di media cetak, baik secara langsung maupun tidak langsung membuat ia menjadi tenar atau tekenal. Di sisi lain manfaat profitpun juga diperoleh jika tulisan-tulisannya dimuat di media cetak. Atau penulis skenario yang menulis untuk sebuah cerita sinetron atau film. Dan masih banyak lagi manfaat lainnya.

Siapa yang menyangka buku-buku meka tesebut diterbitkan oleh penerbit? Bahkan sangat laku di pasaran. Soe Hok Gie (SHG) tidak pernah becita-cita untuk menerbitkan catatn hariannya menjadi sebuah buku. Bahkan ia tidak sempat menyaksikan catatan hariannya akan diterbitkan. Dia mati muda menjelang usia 27 tahun di gunung semeru. Mira Lesmana pun mem-filmkan buku CHSD dengan judul Gie. Pada saat itu juga sosok SHG menjadi akrab di telinga kita dan anak-anak muda serta mahasiswa angkatan 2000-an, lantaran SHG hadir dalam wajah tampan Nicholas Saputra. Padahal mereka seblumnya sangat lekat dengan budaya hedonisme yang menggerogoti mereka. Maka beruntunglah saya yang membaca SHSD semenjak masih mahasiswa baru, disaat anak-anak muda lainnya secara sembunyi-sembunyi membaca novel Fredy S. Belum menjadi mahasiswa kalau belum membaca CHSD, maka sayapun memburunya di tempat rental buku. Luar biasa, itulah kesan saya thadap CHSD. Asyi Sahid Hasan Al Banna pun demikian. Ia tidak pernah menyangka catatan hariannya akan di terbitkan dan dibukukan. Oleh murid-muridnya, catatan-catatan tersebut diberi judul Majmu’a Risalah (Risalah Pergerakan). Demiakian juga PAT, ia tidak pernah bepikir untuk menrbitkan tulisan-tuliannya. Tidak perlu risau tentang tulisan kita yang tidak ditbitkan, menulis saja, menulis apa yang kita rasakan, menulislah untuk diri kita sendiri. Demikian pernyataan PAT. Menulis memiliki arti penting bagi peadaban. Bayangkan! Apa jadinya seandainya ilmu pengetahuan tidak ditulis oleh para penemu-penemu teori.

Menulis adalah pekerjaan membaca

Sebahagian orang mensinyalir, menulis bebanding lurus dengan kegiatan membaca. Hal ini jelas menambah pebendaharaan kata bagi si pembaca. Bagaimana mungkin seorang yang ingin jadi penulis hebat tapi kurang berinteraksi dengan dunia kata (membaca). Padahal, untuk menjadi penulis diperlukan keahlian meilih dan memadu kata agar terangkai menjadi sebuah kalimat yang mudah dicerna. Jadi, menulis adalah kegiatan membaca. Bahkan dalam Al-Quran, ayat pertama yang diturunkan oleh Allah SWT adalah ayat yang memerintahkan kepada Nabi Muhammad saw untuk membaca: iqra’.

AS Kambie dalam makalahnya yang disuguhkan pada diklat jurnalistik dasar VII tahun 2001 silam oleh Unit Kegiatan Pers Mahasiswa (UKPM) (waktu itu saya sebagai peserta), mengatakan bahwa menulis itu ibarat orang belajar naik sepeda, bila terjatuh maka coba lagi. Hati-hati dalam menulis, bila penulis terjatuh, maka pembaca akan terluka. Oleh karena itu, perbaiki tulisan anda dengan banyak membaca. Karna membaca adalah prasyarat mutlak untuk menulis.

Mahasiswa, menulislah

Rasa-rasanya kurang sempurna bila seorang mahasiswa tidak mampu menuangkan ide dan pikiran cerdasnya lewat tulisan. Apalagi bagi yang mengaku aktivis mahasiswa. Sekuat apapun bacaan dan retorika (budaya oral), itu tidak kan berarti apa-apa. Kata-kata akan menguap begitu saja. Banyak aktivis mahasiswa yang jago bicara/retorika, bahkan bicara dengan basis data, namun gagal menuangkannya dalam bntuk tulisan. Pertanyaannya, mengapa tidak mencoba menulis? Padahal menulis tidak mengapa. Minimal di media kampus.

Mungkin budaya literer kita tidak dimulai sejak dini. Mungkin ada baiknya anak cucu kita nantinya, sesekali mereka diajarkan untuk meminta sesuatu dengan cara menuliskannya.Agar mereka lebih akrab dengan gaya literer. Bagaimana dengan anda ?. Siapkah anda menajamkan pena untuk menorehkan sejarah dalam kehidupan kita?.

Saya berharap setelah membaca tulisan ini, anda mengambil pena dan selmbar kertas, kemudian mengambil nafas panjang, lalu menuliskan kata-kata yang ada dari dalam hati anda. Boleh jadi dalam hitungan jam anda telah mahir menulis, atau dalam hitungan minggu, atau dalam hitungan bulan dan bahkan boleh jadi dalam hitungan tahun. Berbagai cobaan dan ”luka” akibat trjatuh dari anak tangga menulis, telah anda lewatkan. Lalu lahirlah sebuah karya dahsyat, dan anda terkejut. Lalu anda menyimpulkan, ternyata menulis tidak semudah membalikan telapak tangan. Mudah-mudahan saya tidak sedang menggurui anda. Semoga!. Wallahualmbishowaab.

[Read More...]


Dialog Sunyi



Aku masih saja di sini
Berdialog dengan sunyi
Menumpahkan keresahan
Tentang nasib negeri syurga
Tak seorang pun peduli
Tak seorangpun tau
Tidak juga kau
Tidak juga mereka
Semoga mereka tau
Tidak untuk pura-pura tau
Ku harap tak seorangpun tau
Tuhan, biarlah ini menjadi rahasia kita berdua.
[Read More...]


Anggap ini Sajak



Anggap ini Sajak
Sajak, dibolak balik
Menjadi
Jaksa
Membela yang salah
Demi uang, rakyat dibohongi
Sepertinya mereka tak pantas jadi jaksa
Seperti sajak ini yang tak pantas jadi sajak
Tapi, anggap saja ini sebuah sajak
Semoga ini sebuah sajak
[Read More...]


Popular Posts

Popular Posts Widget
 

Categories

Recent Comments

Stay Connected

http://www.text-link-ads.com/xml_blogger.php?inventory_key=L6TKZHMZ15BNNYYQULG7&feed;=2

About Me

My Photo
aryantoabidin
Welcome to my blog. Aryanto Abidin. That is my original name, while cyber name for this blog. I just ordinary people who are learning to read and understand the existence and I think about indonesiaan.
View my complete profile

Popular Posts

Return to top of page Copyright © 2010 | Platinum Theme Converted into Blogger Template by HackTutors